Rezim sungsang menjadi ciri akhir zaman

Rezim sungsang akan lahir dari masyarakat sungsang. Pemimpin adalah cermin dari masyarakatnya. Ciri akhir zaman salah satunya adalah “Jika budak wanita telah melahirkan tuannya” (HR. Muslim). Sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan. Namun di akhir zaman akan terjadi inferioritas menguasai superioritas. Harusnya tuan yang memimpin budaknya, menjadi terbalik budak yang memimpin tuannya.

Baca Juga :

Superioritas Dipimpin Inferioritas

Rezim sungsang itu terjadi karena ‘tuan dipimpin budaknya’. Masyarakat dengan genetika F (Feeling) dipimpin oleh rezim T (Thinking). Padahal F mengalahkan T. Api mengalahkan logam, tapi logam memimpin api. Superiotas dipimpin inferioritas. Ini yang terjadi di Indonesia. Masyarakat yang seharusnya penuh cinta dipimpin oleh rezim yang bisa tegaan. Hal yang sama juga terjadi di USA. Masyarakat I (Intuiting) dipimpin oleh S (Sensing). Padahal I mengalahkan S. Gunung mengalahkan bumi, tapi bumi memimpin gunung. Kembali, superiotas dipimpin inferioritas. Masyarakat USA yang kreatif dipimpin Trump yang Mr. Artificial. Rezim sungsang.

Namun karena pemimpin cerminan dari masyarakatnya, maka ubahlah dari masyarakatnya. Ubah dari masyarakat sungsang kepada masyarakat yang berjatidiri. Prinsip besarnya, mulailah dari membangkitkan superioritasnya dan meninggalkan inferioritasnya. Skema Hubungan Segi Lima STIFIn akan memudahkan hal ini.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Categories

tes-stifin