Harga maaf dari orang tua menjadi wasilah turunnya rezeki

Bikin salah di Jakarta, minta maaf nya di kampung. Memang diantara jenis salah, salah kepada orang tua yang paling mahal harganya. Bukan hanya senilai biaya mudik plus angpaw untuk orangtua dan seluruh keluarga besar, karena harga maaf dari orangtua menjadi wasilah turunnya rezeki yang banyak dan halal. Ini harga yang tidak ternilai. Mendapat maaf dari orangtua terutama dari ibunda adalah keberkahan besar.

Kesalahan-kesalahan kita di dunia kepada orang lain yang tidak dimaafkan berakibat pahala-pahala kebaikan kita diambil oleh orang tersebut di akherat kelak. Sungguh sebuah harga yang mahal. Jika pontang panting dan jerih payah kita mengumpulkan pahala dengan mudah diambil orang lain. Nah lebaran ini menjadi momen saling memaafkan agar kita tidak bangkrut di akhirat kelak.

Baca juga :

Harga Maaf adalah Kehilangan Amanah

Betulkah hanya berdampak di akherat saja? Atas alpa dan kesalahan kita kepadaNya dengan mudah kita bisa tobat. Jika salahnya besar, atau akumulatif dari kecil berulang, harus dengan tobat nasuha. Tapi…kesalahan pada manusia lain yang tidak ditindaklanjuti dengan permintaan maaf akan menggerus sumber nafkah kita. Gagal dapat maaf berakibat menjadi gagal kaya. Sebab utamanya, karena kehilangan trust dan integritas. Otomatis kita akan kehilangan banyak amanah.

Mungkin anda berpikir kalau bikin salah di Jakarta ya sudah cari job lain di kota lain. Orang-orang baru kan tidak kenal anda. Jangan salah, akuntansi pahala dan dosa anda tidak pernah bisa ditinggal di kota sebelumnya. Akuntansi tersebut akan terus nempel kemanapun anda pergi. Bahkan tercermin dari muka anda. Sehingga wajar cahaya wajah shaleh dengan wajah pendosa akan berbeda sekali. Maka cerahkan wajah anda dengan minta maaf pada semua relasi anda.

Maafkanlah saya yang fakir ini atas segala kesalahan yang sengaja ataupun tidak disengaja. Saya sudah lebih dulu memaafkan anda semua. Memang anda salah apa sama saya..hehe.. ■130618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Categories

tes-stifin