HomeKesehatanVirus Corona Covid 19, Si Insting Yang Buas Tapi Sholeh

Virus Corona Covid 19, Si Insting Yang Buas Tapi Sholeh

Alam semesta punya karakter, termasuk virus yang menjadi bagian dari alam semesta. Jika kita kaitkan dengan Konsep STIFIn, kita bisa bedah seperti apa karakter yang di miliki Virus Corona Covid 19 ini. Hipotesa STIFIn pada orang Insting memiliki jumlah RNA lebih banyak dibandingkan Mesin Kecerdasan lainnya. Virus Corona Covid 19 Masuk Kategori Virus RNA.

Virus Corona Covid 19

Berdasakan struktur asam nukleat-nya, maka virus dibagi atas dua: virus DNA dan virus RNA. Tidak seperti bakteri yang memiliki asam nukleat yang terdiri dari DNA dan RNA, virus hanya memiliki salah satunya DNA atau RNA. Corona virus termasuk virus RNA karena Corona virus hanya memiliki asam nukleat RNA untuk memperbanyak diri. Virus dalam Bahasa latin adalah racun, namun virus butuh inang untuk memperbanyak diri. Tanpa inang virus lemah atau inert”. – sumber lipi.go.id

Kehebatan Insting adalah Spiritual yang tinggi tapi buas dikenal dengan si Insting yang buas tapi sholeh. Buas diartikan amarahnya bisa merusak sekitarnya. Sholehnya selalu memiliki hikmah, pandangan, pendapat, aktifitas yang mengarah ke sisi Ketuhanan, menuju ke arah sisi spiritual.

Dalam renungan saya pagi ini, ketika membaca artikel dari lipi tersebut. Muncul beberapa pemikiran yang mungkin akan menjadi pro kontra bagi pembaca. Tapi, anggap saja ini, cara melihat dari sudut yang berbeda, karena dengan Konsep STIFIn kita bisa melihat bagaimana karakter alam semesta dalam berprilaku.

Inferior Melemahkan Superiornya

Negara China yang berarktype Sensing, dalam Konsep Aliran Segi Lima STIFIn Sensing mengalahkan Insting. Sensing superior kepada Insting, Insting inferior kepada Sensing. Kata ayah Farid Poniman dalam telaah (dengan judul Rezim Sungsang Ciri Akhir Zaman).  Salah satu ciri akhir zaman adalah “Jika budak wanita telah melahirkan tuannya” (HR. Muslim). Sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan. Namun di akhir zaman akan terjadi inferioritas menguasai superioritas. Anak menjadi Raja ke pada Ibunya. Istri menjadi raja (dominan) kepada Suaminya. Negara Feeling di pimpin oleh Thinking pada Indonesia. Negara Intuiting dipimpin oleh Sensing pada Amerika. China yang Sensing ingin menang dengan Amerika yang Intuiting. Harusnya tuan yang memimpin budaknya, menjadi terbalik budak yang memimpin tuannya akan banyak tampak di akhir zaman.

Insting yang harusnya inferior terhadap Sensing menjadi menaklukkan Sensing. Virus Corona Covid 19 yang Insting harusnya takluk kepada Sensing, menjadi Superioritas. Kanapa ini bisa terjadi ? Hipotesanya karena perilaku Sensing yang sudah tidak sesuai dengan Kodrat Sensingnya, tidak sesuai dengan Karakter Sensingnya yang Positif. Sensing yang diberi kekayaan finansial tapi tidak berlaku adil terhadap alam : punya uang (berkemistri harta) tidak untuk kebaikan sedekah. Program OBOR nya China “kegiatan sedekah” yang negatif, merugikan dengan niat menguasai dunia bukan menolong. Memakan apapun sesuka hatinya, menyekap kelompok umat beragama muslim dalam “camp elite” mereka. Mungkin inilah menjadi jalan sebab petaka bagi China yang Sensing.

Demikian juga bagi anda yang Sensing, jika tidak berprilaku positifnya Sensing, maka akan mudah melihat petaka yang akan datang ke diri anda. Minimal, secara ekonomi anda berkantong tipis alias kere. Negeri China menjadi pusat ekonomi dunia. Virus Corona Covid 19 menjadikan ekonomi dunia porak poranda dihancurkan ke buasannya Corona yang Insting. Sensing identik dengan Ekonomi, Dagang menjadi Potensinya orang Sensing. Pada diri seseorang, usaha dagangnya akan mengalami kemacetan, ketika dia tidak berprilaku Positif Spiritualnya Sensing.

Menyerang Jantungnya Sensing

Hal ini sejalan juga dengan Konsep STIFIn Health, dr. Hendra Agusswarman mengatakan, ketika orang ber Mesin Kecerdasan Sensing, dia tidak hidup dengan karakter, kepribadian, gaya hidup Sensingnya yang Positif, maka tubuhnya akan diserang penyakit yang bersumber dari organ tubuh Inferiornya yaitu Insting, sistem jantung dan aliran darah. Kota Wuhan merupakan Jantungnya Ekonomi Tiongkok, yang menjadi Pusat Perekonomian berhenti sejenak. Roda perekonomian yang menjadi “aliran darah” kehidupan Kota menjadi lumpuh dan berhenti, seperti kena Stroke, potensi penyakitnya orang Insting.

Wabah ini pun membuat semua orang tidak bisa mengalir kesana kemari, bersosialisai, silaturahmi karena protokol Social Distancing. Keinginan untuk silarutahmi, pada Insting, jalan jalan ngemall pada Sensing menjadi tertahan. Tidak bisa lagi mengalir kesana kemari silaturahmi dengan sanak family. Ibarat air bah, virus yang Insting ini mengalir cepat menulari ke seluruh negeri. Virus Corona Covid 19 ini menyerang Saluran Pernafasan, Insting melemahkan Feeling. Feeling yang memiliki kekuatan pada Saluran Pernafasan.

Memberikan Ketenangan Bagi Orang Beriman

Kehadiran virus ini juga bisa meningkatkan ke imanan seseorang. Menjauhi orang dari perbuatan maksiat, zina. HIV AIDS mungkin saja tidak mengurangi orang dari perbuatan zina, karena resiko bisa di minimalisir dengan “pengaman”. Nah, kalau corona, bisa menular walaupun anda melakukan “pengamanan” di bagian tersebut. Artinya : disatu sisi buasnya Virus Corona Covid 19 juga bisa mengurangi kemaksiatan, perzinaan, pergaulan bebas yang merajalela. Bisnis yang menyediakan tempat esek-esek menjadi tutup. Buasnya Insting jalan, spiritualnya juga jalan bersamaan.

Bagaimana Berdamai Dengan Virus Corona ?

Jika ditanya bagaimana berdamai dengan virus corona covid 19 ? Maka jawabannya adalah : kembalikan lagi ke Konsep STIFIn. Sensing yang hukum alamnya menaklukkan Insting. Maka kita kalau mau berdamai dengan kondisi saat ini. Naikkan Maqom Sensing kita. Apa itu diantaranya, yakni berkarakterlah seperti Sensing. Bukan berarti anda yang Intuiting menjadi Sensing, bukaan. Anda Feeling menjadi Sensing, bukaan begitu. Selengkapnya kita bahas di tulisan berikut.

Disclaimer : Semoga hikmah ini bisa di ambil hikmahnya saja. Bukan pro kontranya dan jadi debat. Inti tulisan ini seperti kata Ayah Farid Poniman, “akan mudah banget untuk membaca pola kejadian alam dengan Konsep STIFIn”. Bagi yang belum paham banget Konsep STIFIn pasti agak bingung dan rada gak nyambung, silahkan belajar di Workshop STIFIn.

Ditulis Oleh : Solver Ferri Azwar – Monetisasi Genetik – Intuiting extrovert

Ferri Azwar
Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Beri Ulasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru