Ferri Azwar Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Pengkotak Kotakan Karakter Adalah Sunnatullah

3 min read

Pengkotakan Pengkotak Kotakan Karakter

Banyak orang yang gak suka dengan Pengkotak Kotakan Karakter, di kotak kotakkan potensinya. Padahal ketika dia memilih profesi tertentu, menyenangi jurusan studi tertentu, tanpa sadar dia sudah melakukan dan masuk ke dalam kotak tertentu. Yang Konsep STIFIn yakini, karena adanya pengaruh dari Mesin Kecerdasannya.

Baca juga : Protes Terhadap Pengkotak Kotakan Karakter

Bagaimana kalau analogi Pengkotak Kotakan Karakter itu begini.

Bapak seorang laki laki dan sudah masuk ke “kotak toilet” laki laki saat mau BAB (Buang Air Besar) di Mall. Apakah bapak harus keluar dari kotak toilet pria dan berpindah ke toilet wanita.? Tentu tidak, karena bapak sadar bahwa Genetik bapak yang pria sudah berada dan masuk ke kotak toilet yang benar. Jadi gak mungkin bapak masuk ke “kotak” toilet wanita di Mall tersebut.

Pengkotak Kotakan Karakter

Pengkotakan karakter adalah sebuah sunnatullah untuk memudahkan manusia memilih dan menetapkan pilihan dalam hidupnya. Bayangkan kalau tidak ada pengkotakan jenis kelamin & toilet ?

Selain pengkotakan jenis kelamin, ada pengkotakan potensi genetik dan karakter manusia, yang itu juga sebuah sunnatullah untuk membuat manusia agar saling membutuhkan dan berkolaborasi karena mereka sadar ada wilayah potensi tertentu yang dia tidak bisa masuki kotaknya, tidak bisa dia kerjakan dengan maksimal jika dia berada dikotak itu.

Maka tentang pengkotak-kotakan potensi dan karakter ini, melahirkan 2 sudut pandang berbeda. Saya dan bapak hanya beda sudut pandang saja. Mari kita bahas bedanya.

1. Sudut pandang pertama, orang yang meyakini kalau karakter dan potensi bisa berubah dan beradaptasi sesuai lingkungan. Jadi karakter dan potensi mengikut, menyesuaikan pada lingkungan.

2. Sudut pandang kedua, orang yang meyakini karakter dan potensi sudah ditetapkan dan tidak berubah. Maka dia akan mencari lingkungan yang sesuai/selaras dengan potensi genetiknya.

Analogi sederhananya : Genetik Biji Kurma akan mencari lingkungan yang panas seperti padang pasir. Karena ketika Genetik dan Karakter di tetapkan Allah, maka akan ditetapkan juga dimensi ruang (habitat, tempat hidup) yang sesuai dengan Genetik tersebut. Kurma ditetapkan di daerah kering. Bisakah kurma memilih hidup di pegunungan dan beradaptasi. Bisa, silahkan saja. Asal mau bereffort lebih dan bersusah payah sedikit.

Sebagaimana ditetapkannya jenis kelamin pria dan wanita yang memiliki karakter dan potensi berbeda. Wanita berpotensi hamil dan melahirkan dan pria berpotensi menghamili saja. Wanita akan mencari lingkungan aktifitas yang wanita banget, yang kalau mau BAB dia akan mencari Kotak Toilet yang berLabel Wanita. Pria akan mencari lingkungan aktifitas yang pria banget, yang kalau mau BAB dia akan mencari Kotak Toilet yang berlabel Pria.

Genetik akan mencari Lingkungan Tempat yang sesuai dengan Genetiknya

Pengkotak kotakan karakter itu perlu. Kalau tidak ada pengkotak-kotakan dalam bentuk Koper/Tas Ransel, maka bapak dan semua penumpang lainnya, sulit membawa barang barangnya untuk naik pesawat. Pengkotak-kotakan itu sunnatullah. Alamat rumah, nomor rumah, nama komplek, lantai apartemen, blok, kelas, sekolah, VIP, VVIP, jurusan, profesi, divisi, departemen, itu contoh dari pengkotakan. Jadi pengkotakan itu untuk memudahkan bukan mempersulit.

Target Pasar itu pengkotakan pak. Kalo seorang marketing tidak menetapkan Target Pasar yang benar, maka dia akan galau jualannya. Menetapkan satu Kotak Target Pasar yang tepat dan spesial justru memudahkan kerja seorang sales dan marketing.

Labelling Adalah Sunnatullah

Labelling itu juga sunnatullah, kalau anda mau memaknainya positif. Kalau tidak ada labelling maka kita akan kesulitan mengenali dan memilih banyaknya produk di supermarket. Susah menetapkan mau masuk toilet laki atau perempuan kalau tidak ada labelling. Sulit memilih produk yang kita mau kalau tidak ada labelling berupa Brand/Merk produk.

Labelling itu sama seperti Personal Branding pak. Sama seperti Positioning Bisnis Pak. Bapak memilih fokus Master of Productivity Specialist, atau teme tertentu misal Manageman, itu berarti bapak sudah melakukan pengkotakan. Kenapa bapak gak keluar dari kotak yang selama ini dimasuki, lalu masuk ke semua tema Training aja pak. Misal training sukses menyusui, training jadi youtuber sukses, training bisnis ikan cupang, training kecantikan. Jangan masukkan diri anda ke dalam kotak, tapi bapak tanpa sadar sudah masuk ke dalam kotak tertentu.

Karena meyakini training dengan tema tertentu itulah ke KEKUATAN maksimalnya disitu. Tanpa sadar bapak sudah mengkotakkan diri sendiri. Tanpa sadar bapak sudah masuk ke kotak tertentu. Tanpa sadar sebenarnya, kalau pakai Konsep STIFIn sudah menggunakan Potensi Genetiknya sendiri.

Kalau bapak gak mau dikotakkan. Coba nanti kalau sakit diabetes bapak datang ke dokter hewan ya. Mau pak ?? Ya kan bapak tinggal bilang ke dokter hewan. Dokter jangan mau masuk dikotak dokter hewan aja. Harus keluar dari kotak dokter hewan ini. Kalau istri bapak mau melahirkan, jangan bawa ke dokter kandungan ya pak. Ke dokter THT saja ya. Jawab si dokter Hewan.

Memiliki personal brand sebagai dewa sales misalnya. Ini tanda sudah masuk ke Kotak potensi tertentu yang ia yakini disitulah kehebatannya, kemudahan dia mendapatkan rezekinya. Kenapa dia gak pake branding dewa inovasi, dewa analisa, dewa penyayang, dewa segala bisa. Pada Konsep STIFIn, orang Sensing punya potensi maksimal dalam Sales, kalau dia memilih Sales sebagai jalur suksesnya. Apakah yang bukan Sensing bisa jadi Dewa Sales, ya bisa donk. Dengan tetap menggunakan cara kerja sesuai dengan Potensi Genetiknya. Sebagaimana analogi kurma yang memilih hidup di pegunungan dingin bukan padang pasir sesuai Genetiknya. Maka si kurma akan bereffort lebih untuk bisa sukses di “jalur sales”.

Masuk Ke Dalam Kotak

Berada dikotak tertentu berarti tidak masalah. Asal bapak tahu dan sudah yakin berada dikotak yang benar. Karena kebanyakan orang belum yakin dia berada dikotak yang benar. Karena belum yakin, maka butuh alat, salah satunya Konsep STIFIn. Kalau sudah yakin berada di kotak yang benar, anda gak perlu pakai Konsep STIFIn, silahkan lanjutkan kehidupan anda.

Konsep STIFIn hadir untuk memberikan REKOMENDASI PILIHAN bukan memaksakan pilihan dan mendewakan pilihan tersebut. Rekomendasi tersebut akan memudahkan kita memilih di kotak mana kita berpotensi maksimal berhasilnya. Catat ya, masih ber POTENSI BERHASIL, bukan MERAMALKAN PASTI BERHASIL. Karena sudut pandang STIFIn, Potensi Genetik sudah ditetapkan Allah, tinggal memilih ingin dilingkungan kotak yang mana agar bisa maksimal potensi berhasilnya.

Memaksimalkan Potensi Fitrah Adalah Bukti Bersyukur

Bersyukur itu adalah memanfaatkan secara maksimal potensi genetik yang sudah ditetapkan, yang sudah diberikan, bukan mengusahakan potensi lainnya yang tidak diberikan. Konsep bersyukur adalah : menikmati makanan yang sudah dihidangkan, bukan mencari yang belum dan yang tidak di hidangkan di meja makan oleh istri anda.

Seandainya pembaca adalah penganut sudut pandang pertama, jangan usik orang yang menerima sudut pandang ke dua. Demikian juga sebaliknya. Karena itu seperti mengusik “agamanya” orang lain. Penjelasan tentang 2 sudut pandang ini sudah dipublish sejak lama oleh guru kami yang menemukan Konsep STIFIn Farid Poniman dalam tulisan yang sangat ilmiah berikut : Sudut Pandang Psikologi dan STIFIn. Sebaiknya anda baca agar lebih memahami makna pengkotak kotakan karakter ini.

Semoga sudut pandang tentang pengkotak kotakan karakter ini menjadi keilmuan baru yang dapat memperkaya keilmuan kita.

Ferri Azwar Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari STIFIn Brain, mohon masukkan tautan ke artikel asli.