Home Personality Konsep STIFIn Mengukur Faktor Genetik

Konsep STIFIn Mengukur Faktor Genetik

by stifinbrain
Konsep STIFIn Mengukur Faktor Genetik

Konsep STIFIn mengukur unsur faktor genetik seseorang, yaitu sesuatu yang dibawa sejak lahir dan tidak berubah sepanjang hayat. Sedangkan alat seperti pencil and paper test seringkali hanya bisa mengukur fenotip seseorang, yaitu sesuatu yang tampak secara lahiriah ketika tes sedang dilaksanakan. Itu sama artinya dengan tampilan yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan.

Ahli kedokteran olahraga dari University of London, Nicola Maffulli, mengatakan faktor gen menentukan 30-60 persen keberhasilan latihan fisik orang biasa. Pada seorang atlet, gen menentukan keberhasilan hingga 83 persen. Sedang menurut Stephen Roth ahli genetia dari University of Maryland di Baltimore, 80 persen kemampuan fisik ditentukan oleh gen bukan oleh latihan (Koran Tempo 2 Agustus 2012 halaman A12)

Fenotip = Genetik + Lingkungan

Fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama.

Genotip adalah susunan gen yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan bersifat tetap. Genotip menentukan sifat sifat yang muncul pada fenotip

Rumus Fenotip :

100% = Genetik 20% + Lingkungan 80% ,ini membuat tak sedikit manusia galau dan tak kurang pula banyaknya yang lebay. Mereka galau karena sudah mempercayakan nasibnya pada fenotip 100%, namun tetap tidak mencapai performa tertingginya, yaitu SuksesMulia.

Sebaliknya, mereka menjadi lebay karena sudah terlanjur percaya berlebihan pada konsep bahwa lingkunganlah yang paling berperan dan bukan pada potensi genetik bawaan, tapi tak mendapatkan apa yang mereka harapkan.

Ya, rumus itu benar, bahwa Lingkunganlah yang menempati porsi terbesar dalam pengembangan diri. Tapi, faktor genetik yang meski porsinya hanya sekitar 20 persen ternyata sangat menentukan.

Ini mirip seperti; Hukum Dari Yang Sedikit (law of the vital few) atau Hukum Pareto dimana yang sedikitlah yang dominan atau menjadi penentu.

Jadi, mereka yang berpegang teguh kepada faktor genetik 20% – lah yang kemudian merasa bahagia dan senang dalam menjalani hidupnya. Terlebih jika berada atau dia ciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan genetiknya tadi, sempurnalah hidupnya.

Pelajaran penting dari pengetahuan tadi adalah:

temukanlah faktor genetik Anda. Bagi yang percaya pengaruh genetik hanya 20 persen atau bahkan yang percaya hingga 80 persen, hanya pintu genetiklah yang lebih memastikan kesukses-muliaan Anda.

Karpet Merah = Surga Dunia

Allah SWT  memberi resep kepada manusia untuk bersyukur dengan ilmu yang betul. Apabila ilmu yang dipakai salah atau tidak tepat, maka tujuannya tidak akan tercapai, setidak-tidaknya jalan menuju tujuan akan panjang dan penuh kelokan. Jadi, pakailah ilmu yang benar untuk menemukan ‘karpet-merah’, yakni jalan yang tepat, cepat, murah, dan menyenangkan.

Semua manusia, dalam keadaan apapun atau dalam kondisi apapun, memiliki jalan suksesnya sendiri-sendiri semudah dan semeriah menjalani ‘karpet-merah’nya. Itulah surga dunianya.

“Barangsiapa tidak menemukan surga dunianya,maka ia tidak akan memasuki surga akhirat-Nya” kata Ibnu Taimiyah”
Konsep STIFIn Sebagai Fardu Kifayah

Konsep STIFIn diniatkan sebagai amal kifayah untuk memudahkan manusia menemukan jalan SuksesMulianya. Sebagaimana seruan yang disebut 4 kali dalam Al Quran….i’maluu ‘alaa makaanatikum…atau berbuatlah sesuai dengan keberadaan-terbaikmu. Konsep STIFIn diharapkan menjadi bagian dari pencerahan agar manusia mampu menjalani keberadaan terbaiknya. Siapa saja!

Pada akhirnya, fakta keseharian berbicara bahwa lebih mudah menggunakan pendekatan ala STIFIn, yaitu:

sistem operasi dominan disyukuri dan diberi investasi yang besar, sedangkan kecerdasan yang bukan sistem operasi dibiarkan berkembang secara alamiah dan dijalankan penuh sabar. Kombinasi mensyukuri kelebihan dan bersabar dengan kelemahan menggunakan ilmu yang betul, yang akan membuat kita semua selamat sampai di tempat terbaik…dan…terindah. SuksesMulia.

Baca Juga :

Artikel Terkait

Tinggalkan Jejak

Share Aja Ya, Gak Usah Di Copas.