Kekuatan diatas kecerdasan

Slogan “kerja, kerja, kerja” sangat populer. Sering dijadikan slogan kampanye. Bahkan ada yang mengaitkan dengan ideologi komunis. Kami, penganjur kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas. Bukan kerja keras, kerja (lebih) keras, kerja (lebih) keras (lagi). Perhatikan ilustrasi gambar diatas.

Sebagaimana TELAAH edisi dengan judul: Menang Banyak. Kerja bermodalkan stamina an sich sudah tidak kompetitif. Kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mengalahkan cara kerja primitif yang hanya bermodal otot. Karena mesin, tidak kenal lelah, tidak pernah salah, pengingat yang sempurna. Bahkan lebih dari itu manusia bersaing melawan mesin tentang ilmu pengetahuan pun akan kalah. Maka Jack Ma menyebut era ke depan bagi manusia adalah menguasai kebijaksanaan. Bagi kami, bahkan kebijaksanaan pun masih bisa di-artificial intelligence-kan. Cukup memasukkan variabel moralitas dalam perumusan maka pengetahuan dan kebijaksanaan bisa bersinergi dalam mesin.

Gelombang Spiritualitas

Ada satu kekuatan manusia yang diatas kecerdasan yang tidak akan pernah bisa dilawan oleh mesin. Yaitu sumber energi jiwa (soul). Karena mesin yang tanpa nyawa hanya akan bekerja di gelombang beta (rasional). Sementara jiwa manusia bisa terpapar kepada lima jenis gelombang mulai dari delta, theta, alfa, beta, dan gamma. Sebagaimana dijelaskan dalam TELAAH dengan judul Gelombang Spiritualitas

Umat IsIam akan jauh lebih diuntungkan karena kekuatannya berada di gelombang alfa, dunia yang tidak akan pernah bisa dimasuki mesin artificial intelligence. Sederhananya, musuh Islam akan menyebut lonceng merah jika umat Islam shalat Isya’ dan subuhnya sudah seperti shalat Jumat. Itulah kekuatan alfa ‘sing gak ada lawan’. Kekuatan diatas kecerdasan.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Baca Juga : Mengasah gergaji sesuai potensi genetik

Categories

tes-stifin