STIFIn Brain Official
Cabang STIFIn No. 2 Terbaik

Sudah dibentangkan apa perbedaan menjadi bos atau menjadi tukang. Kebanyakan orang tetap memilih tukang. Tidak bisa dipaksa. Ini bagian dari hukum alam karena akan ada 80% orang yang berebut rezeki 20%. Ini bagi orang yang berkelas tukang. Sementara yang berkelas bos hanya ada 20% orang untuk berebut rezeki 80%. Perbedaan kelas ini memang tidak dapat direkayasa. Akan terus begitu.
Baca juga : Mengelola ruang dan waktu
Sama-sama dokter, yang berkelas tukang mereka akan terus menekuni profesi dokter setinggi-tingginya hingga menjadi dokter spesialis dengan tarif termahal. Namun mereka tidak mau atau tidak mampu memiliki rumah sakit.
Jika dokter tersebut berpikir untuk mendirikan rumah sakit dan memperbanyak rumah sakit dimana-mana, maka dialah yang berkelas bos.
Nah inilah sederetan mereka yang memilih dan ditakdirkan menjadi tukang, bahkan lebih merasa nyaman berada disitu.
Apakah susah menjadi bos? Tidak! Tidak susah, ibaratnya hanya berpindah dari kolam main-main ke kolam yang dalam. Begitu diajari berenang sebentar, mereka akan merasa nyaman terus berada di kolam yang dalam, yang lebih banyak airnya.
Jadi murni hanya masalah mindset di depan plus belajar nyali menjadi bos, kemudian jalani bisnis sebagai pengusaha. Menjadi bos atau menjadi tukang capeknya sama. Kerumitannya sama. Hasilnya yang berbeda jauh.
Baca Juga : Kemampuan monetisasi merupakan cara kerja cerdas
Melalui kekuatan genetik anda, memilih menjadi bos atau menjadi tukang lebih mudah untuk bertransformasi pindah dari kelas tukang menjadi bos ■ 100518
Farid Poniman
Penemu STIFIn