Terjajah oleh kebiasaan-kebiasaan kecil

Hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan baik akan membuat seseorang hebat. Sebaliknya, terjajah oleh kebiasaan kecil akan membuatnya terpuruk. Terjajah! jika kebiasaan kecil tersebut konsumtif. Bikin hebat! jika kebiasaan kecil tersebut produktif.

Pakaian mesti bermerek, kendaraan mesti berkelas, makanan mesti mewah, dan berbagai ‘penjara’ gaya hidup lainnya. Bagi sebagian orang lain itu tidak penting banget. Namun bagi kebanyakan orang itulah kenikmatan hidup. Ia mendapatkan sensasi dari semua gaya hidup tersebut. Secara ekonomi ini disebut liabilities (beban ekonomi).

Bahkan yang dimaksud terjajah oleh kebiasaan kecil (seperti) makan harus di restorannya. Tidak enak kalau lewat delivery. Menu makanannya mesti bakso (misalnya) sehingga jauhpun ia tempuh demi bakso kesukaannya. Padahal harus membuang waktu 2 jam hanya demi bakso makan di tempat. Bagaimana jika anda terjajah oleh lebih banyak item yang liabilities (beban ekonomi) seperti ini.

Baca Juga :

Kebiasaan Kecil Yang Baik

Sementara orang hebat terbiasa produktif dengan hal-hal kecil seperti: on time, senam, makan pakai tangan, mengunyah 33 kali, minum 15 menit setelah semua makanan habis, selalu sikat gigi sebelum wudluk, tahajjud rutin, dzikir rutin, sedekah rutin dan ribuan kebiasaan-kebiasaan kecil lainnya. Semakin banyak hal-hal kecil produktif yang dibiasakan menjadi kebiasaan baik, maka semakin tinggi nilai aset diri anda.

Maka berpindahlah dari hal-hal kecil sebagai liabilities kepada hal-hal kecil sebagai aset. Bertumpu kepada kekuatan genetik anda transformasi itu menjadi lebih mudah.

Mengecam terorisme karena mereka tidak takut mati demi merusak kehidupan orang lain, sementara dirinya justru ‘takut hidup’ melewati hal-hal kecil tahap demi tahap. Teroris maunya jalan pintas mengabaikan persaingan sehat dan indahnya kekitaan. Dipikir bahwa spiritualitas itu ‘jalan pintas’. Tidak! Kutuklah para teroris ■ 140518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Categories

tes-stifin