Teori Sirkulasi STIFIn Hubungan Segi Lima - STIFIn Brain

Hal lain yang menarik dalam Konsep STIFIn adalah adanya pola hubungan antar kecerdasan yang tergambar dalam hubungan segi lima sesuai dengan Teori Sirkulasi STIFIn. Seperti apakah itu?

Sirkulasi STIFIn Mendukung

Lima mesin kecerdasan membentuk sebuah mata rantai segilima mengikuti jari-jari tangan kanan yang dimulai dari ibu jari hingga kelingking, bukan mengikuti urutan akronim STIFIn
melainkan menggunakan urutan akronim STInIF (sesuai posisi jari tangan), sebagai sebuah aliran sirkulasi yang saling mendukung.

  • Sensing yang rajin mendukung Thinking yang sistematis
  • Thinking yang terarah mendukung Insting yang mengalir
  • Insting yang cepat tanggap mendukung Intuiting yang banyak ide
  • Intuiting yang konseptor mendukung Feeling yang visioner
  • Feeling yang pandai memberi semangat mendukung Sensing yang tahan banting

Sirkulasi STIFIn Menaklukkan

Selain hubungan saling mendukung, lima Mesin Kecerdasan juga dapat membentuk hubungan bintang lima sudut yang hubungannya saling menaklukkan. Masih memakai pola jari tangan kanan dengan melompati satu mesin kecerdasan

  • Sensing yang berstamina mengalahkan Insting yang nanggung
  • Insting yang responsif mengalahkan Feeling yang banyak omong
  • Feeling yang empatik mengalahkan Thinking yang formal berjarak
  • Thinking yang memiliki kekuatan arah mengalahkan Intuiting yang banyak alternatif
  • Intuiting yang kreatif mengalahkan Sensing yang peniru

Peta Hubungan Sosial

Dengan mengetahui hubungan saling mendukung dan hubungan saling mengalahkan pada Sirkulasi STIFin kita dapat membuat peta hubungan sosial: ideal atau tidak.

Perhatikan ini: Suami T memilik istri S. Apakah ini hubungan rumah tangga yang ideal? Berdasarkan hubungan segi lima tadi, S mendukung T, sehingga hubungan suami istri ini
bisa dikatakan bagus. Sebaliknya apa yang terjadi jika seorang pria T beristrikan wanita F? Berdasarkan pola saling menaklukkan, sang istri yang F akan menaklukkan suaminya, jadi bisa dikatakan ini hubungan tidak ideal. Bagaimanapun, suamilah yang seharusnya menaklukkan atau didukung, bukan sebaliknya.

Mencari Pasangan

Khusus dalam hal mencari pasangan ada dua JANGAN yang harus dihindari:

  1. Jangan setipe Mesin Kecerdasan-nya (apalagi PG nya) alasannya karena jika sama MK dan PG-nya sama akan membuat tidak terjadi sirkulasi.
  2. Jangan tipe istri mengalahkan tipe suami alasannya karena sirkulasinya melawan arus sehingga suami akan kelelahan karena suami harus mengeluarkan paling tidak dua kali lipat energi untuk bisa sukses. Energi sang suami selain harus mengurus dirinya harus sukses, juga harus berenang melawan arus untuk bisa menundukkan istrinya di rumah.

Mencari Tangan Kanan

Sedangkan prinsip dalam mencari tangan kanan, guru, coach (pelatih), tutor, atau pendukung setia juga hampir sama yakni haruslah yang mendukung atau mundur selangkah (bayangkan segilima tadi).

Lihat contoh ini: tangan kanan tipe S adalah tipe F. Tapi prinsip itu tidak belaku jika yang kita cari adalah mentor. Seorang mentor haruslah yang berwibawa atau disegani, dan karenanya haruslah yang menundukkan atau mengalahkan kita. Anda tentu tidak mau mentor Anda kalah pamor dari Anda sendiri bukan. Jadi, kalau memakai prinsip mundur menentang arah jarum jam, maka jika seorang S mencari mentor haruslah I. Sedangkan tipe I mencari mentor yang tipe apa?…Benar…Anda benar..tipenya T. Begitu  seterusnya (bayangkan bintang lima sudut).

Cinta Segitiga

Tentu semua sudah pernah mendengar apa itu cinta segitiga? Atau jangan-jangan ada yang pernah merasakannya? Tapi tak apa kalau dijelaskan lagi. Cinta segi-tiga adalah posisi dimana cinta seseorang, bisa pria pun bisa wanita, bertepuk sebelah tangan karena
yang dicintainya, justru takluk kepada orang lain.

Contohnya ini: F jatuh cinta pada I, tidak tahunya yang I bertekuk lutut pada T. Kenapa
bisa terjadi? Penjelasan karena sekalipun I (wanita) dibutuhkan oleh F (pria), tetapi kecerdasan I dikalahkan atau ditaklukkan oleh kecerdasan T (pria).

Masalah dalam perkawinan bisa terjadi karena adanya orang lain yang menciptakan suasana berbeda, sekalipun kecerdasannya sudah ideal. Simak baik-baik masalah rumah tangga yang terjadi pada artis ini: KD yang S, memiliki suami AH yang T. Dari sisi hubungan, mereka sudah ideal, sang istri mendukung sang suami. Ditengah jalan, di saat KD merasa lelah secara batin mendukung AH muncul pria lain, RL, yang memanjakannya. Akhirnya KD melepaskan AH dan kawin dengan RL, meski dilihat dari sudut pandang manapun AH bukan bandingan RL. Tongkrongan AH jauh lebih bagus.

Moral dari cerita ini adalah sekalipun kecerdasan pasangan kita, dalam hal ini istri atau
pacar, sudah mendukung tapi hati-hati, jangan terlena dan merasa sudah seharusnya pasangan kita seperti itu, mendukung terus. Bisa kandas percintaan kita.

 

  • Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href=""> <abbr> <acronym> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Send a Message