HomePersonalityTeori Personality STIFIn Bukan Ramalan

Teori Personality STIFIn Bukan Ramalan

Teori Personality STIFIn Bukan Ramalan

Salah satu yang menjadi Kehebatan Konsep STIFIn dibandingkan Konsep Personaliti yang lainnya adalah Simple. Disebut simpel karena bersifat multy angle theory.

Artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan teori kecerdasan dan teori personality dari disiplin ilmu yang lain.

Seperti konsep otak kiri dan otak kanan (Roger W. Sperry) atau pembagian neokortek sebagai otak atas dan limbik sebagai otak bawah (Paul Broca) atau pembagian 6 Hexagonal Holland (John Holland) juga konsep DISC (Thomas International) atau bahkan teori lama Hippocrates Galenus dapat dengan mudah dibedah menggunakan Konsep STIFIn.

Persamaan Multy Angle Theory
  • Otak kiri dan otak kanan sama dengan S + T dan I + F pada STIFIn.
  • Neokortek dan limbik sama dengan T + I dan S + F pada STIFIn.
  • 6 Hexagonal 3. Holland, Artistic-Realistic, identik dengan Kanan-Kiri STIFIn,
  • 6 Hexagonal Holland, Investigative-Social identik dengan Atas-Bawah STIFIn,
  • 6 Hexagonal Holland, Conventional-Enterprising identik dengan diagonal Organisasi-Produksi STIFIn.
  • D-I-S-C pada Thomas International identik dengan S-F-I-T pada STIFIn.
  • Kholeris, Melancolis, Flegmatis, dan Sanguinis sama dengan S, T,I, dan F pada STIFIn.

Perbandingan lebih lengkap dengan berbagai konsep lama yang lain dapat dilihat pada tabel diatas

Teori Personality STIFIn Bukan Ramalan

Konsepnya dibangun berdasarkaan teori-teori personality para ahli di bidangnya yang kemudian dielaborasi. Terdapat tiga teori personality yang menjadi dasar pijakan konsep STIFIn yang menjadikan Konsep STIFIn ini multy angle theory bukan ramalan, masing-masing adalah :

  1. Teori Fungsi Dasar dari perintis  analitik berkebangsaan Swiss bernama Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa terdapat empat fungsi dasar manusia yakni fungsi pengindraan (sensing), fungsi berpikir (thinking), fungsi merasa (feeling), dan fungsi intuisi (intuition). Dari empat fungsi dasar itu, hanya salah satu diantaranya ada yang dominan.
  2. Teori Belahan Otak dari seorang neurosaintis Ned Hermann yang membagi otak menjadi empat kuadran yakni limbik kiri dan kanan, serta cerebral kiri dan kanan.
  3. Teori Strata Otak Triune Brain (tiga kepala menyatu) dari neurosaintis lain yang berkebangsaan Amerika, Paul MacLean yang membagi otak manusia berdasarkan hasil evolusinya: otak insani, mamalia, dan reptilia.

Di atas segalanya, perlu digarisbawahi, Konsep STIFIn bukan sekedar mengubah dari 3 kotak (MacLean) menjadi 4 kotak (Jung dan Hermann) kemudian menambahkan satu lagi kotak menjadi 5 (STIFIn). Jika hanya begitu adanya, STIFIn tidak lebih dari hanya sebuah rangkuman dan berhenti di situ.

Sintesa Baru Dari STIFIn

Fakta bahwa STIFIn bisa menjelaskan banyak hal, membuktikan bahwa konsep ini memiliki hal-hal baru hasil sintesa. STIFIn memiliki hal-hal berikut ini:

  1. Teori menyilang sebagai superior dan inferior dalam satu paket,
  2. Teori irisan persamaan (diantara kutub perbedaan pada kuadran dan diagonal)
  3. Teori hubungan sosial segi lima yang unik dan logis (kami menyebutnya dengan Teori Sirkulasi STIFIn),
  4. Teori keselarasan metabolisme tubuh berdasarkan mesin kecerdasannya,
  5. Teori kalibrasi berdasarkan mesin kecerdasannya,
  6. Teori genetika sesuai mesin kecerdasannya,
  7. Teori strata genetik mulai dari Mesin Kecerdasan-Drive Kecerdasan-Kapasitas Hardware-Golongan Darah.

Kelak di kemudian hari, berpeluang muncul banyak teori teori personality lain, sekadar untuk menunjukkan betapa universalnya konsep STIFIn. Ini bisa dibilang teori palugada, apa lu mau gua ada.

Baca Juga :

Beri Ulasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru