“Teh kiki, bagaimana ya sebaiknya memberikan penghargaan kepada anak agar anak bisa ikhlas beramal dan tidak matre, dan bagaimana reward yang efektif bagi anak agar anak semangat melakukan sesuatu?”

Sebagai orang tua tentu kita berharap anak mampu melakukan sebuah amal secara ikhlas hanya untuk Allah. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita menyertakan pesan Allah dan Rasulullah SAW dalam memberi nasihat dan dorongan beramal. Namun untuk anak usia dini, nasihat perlu dibarengi dengan penjelasan dan sebab akibat yang lebih konkrit dan dekat dengan kehidupan mereka. Sejalan dengan usia anak, mereka akan berproses untuk bisa beramal ikhlas karena Allah.

Dalam menyampaikan nasihat, upayakan mendahulukan kabar gembira dibanding ancaman sebagaimana hadist Rasulullah SAW

Dari Ibnu Abbas r.a:

Rasulullah SAW, “ajarilah, permudahlah, jangan engkau persulit, berilah kabar gembira, jangan engkau beri ancaman. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya diam” (H.R Ahmad dan Bukhori)

Terkait dengan hal yang konkrit, terkadang hadiah sebagai apresiasi dari latihan ibadah juga mewarnai prosesnya. Karena bagi anak usia dini konsep pahala dan dosa masih abstrak.

Anak membutuhkan waktu untuk belajar ikhlas. Rasulullah pun sering memberikan hadiah kepada anak-anak. Jadi reward hanya bumbu tambahan dalam proses pengasuhan. Tentunya tergantung kemahiran kita dalam mengkomunikasikan reward. Namun jangan lupa bahwa yang utama adalah memberikan pemahaman tentang keutamaan amal serta menginternalisasikan nilai-nilai ilahiah kedalamnya.

Sejalan dengan usia mereka, biasanya mereka tidak membutuhkan reward konkrit lagi. Mereka akan paham bahwa Allah yang menilai. Tapi anak membutuhkan waktu untuk bisa mencapai maqom seperti itu.

Reward Tanda Kesetujuan

Memberikan penghargaan (reward) dapat diartikan sebagai tanda kesetujuan kita terhadap suatu perbuatan. Untuk itu setiap pernyataan kesetujuan kita, jangan lupa sertakan pesan Allah dan Rasulullah SAW didalamnya walaupun mereka membutuhkan waktu untuk mencernanya.

Ada pihak yang merekomendasikan untuk memberikan hadiah sebagai kejutan setelah beramal. Sehingga bukan sebuah iming-iming agar mereka mau melakukan sebuah amal. Sekali lagi, inti dari reward adalah penyataan persetujuan kita terhadap sikap mereka serta bentuk ungkapan bahagia kita melihat mereka melakukan kebaikan.

Bentuknya pun tidak harus barang. Terkadang acara bersama keluarga pun bisa menjadi hadiah istimewa bagi anak. Sejalan dengan usia, bentuk hadiah sebagai ungkapan bahagia kita akan berubah. Tentunya memberikan kejutan ice cream untuk anak yang sudah selesai menghafal 30 juz agak kurang berimbang, tapi memberikan tiket umroh kejutan sebagai tanda bahagia kita sepertinya sangat mengasyikkan bagi siapapun. Yang tidak boleh dilakukan adalah menyuap.

Meminta anak berhenti melakukan perbuatan buruk dan menggantinya dengan hadiah. Hal ini bisa menjadi senjata anak kedepannya. Anak bisa melakukan perbuatan buruk dengan sengaja dalam suasana yang darurat yang akan memaksa orang tua meminta ia berhenti melakukan hal buruk dengan hadiah sebagai penggantinya.

Baca Juga :

Memberikan Penghargaan Kepada Anak

Harapan anak akan reward pun berbeda-beda. Biasanya berkaitan erat dengan personality genetik setiap anak. Merujuk pada konsep Personality Genetik STIFIn, yang membagi kedalam 5 Mesin Kecerdasan.

Mesin Kecerdasan Sensing

Memberikan penghargaan kepada anak-anak dengan mesin kecerdasan sensing, mereka  mungkin lebih banyak berharap reward dalam bentuk barang yang konkrit, bahkan sebisa mungkin barang yang kekinian dan sedang menjadi trend. Menunjukkan kasih sayang orang tua kepada anak sensing melalui harta adalah hal yang paling mudah dimengerti, karena khemistri terbesar mereka adalah harta. Maka jadikan kesempatan memberikan reward kepada anak sensing untuk menunjukkan kebaikan Allah yang selalu memberi rezeki harta melalui orang tuanya. Dorong anak untuk semakin bersyukur kepada Allah dan memanfaatkan harta tersebut sebagai bekal beribadah kepada Allah.

Mesin Kecerdasan Thinking

Memberikan penghargaan kepada anak-anak dengan mesin kecerdasan Thinking, mereka mungkin lebih banyak berharap reward dalam bentuk barang (objek) yang mendukung proses belajar keahlian spesialisasinya, atau beragam kesempatan belajar untuk mempertajam keahliannya. Terkadang hanya pengakuan dari seseorang yang ia hormati atau guru yang lebih ahli, serta pemberian kekuasaan atau otoritas untuk mengelola atau memimpin sesuatu sudah merupakan penghargaan bagi dirinya.

Mesin Kecerdasan Intuiting

Memberikan penghargaan bagi anak yang bermesin kecerdasan intuiting, reward yang paling mereka harapkan mungkin segala sesuatu yang mendukung proses kreatif mereka dan mendukung terwujudnya mimpi-mimpi jangka panjang mereka. Memberi hadiah buku yang menunjang proses meraih impian ananda, dapat menjadi pilihan yang menarik baginya. Terkadang pengakuan atas karya dan inovasinya, keberterimaan akan value yang ia berikan pada orang lain dari ide dan ciptaannya, sudah merupakan reward yang memberikan selangat baginya untuk berkarya.

Mesin Kecerdasan Feeling

Memberikan penghargaan bagi anak dengan mesin kecerdasan feeling, reward bisa diberikan dalam bentuk sikap atau kegiatan yang mempertebal rasa cinta dan kebersamaan. Liburan bersama, berkegiatan bersama, bahkan sekedar ungkapan cinta, apresiasi peran dan karya atau pengakuan akan perasaan, sudah merupakan reward yang membahagiakan mereka.

Mesin Kecerdasan Insting

Memberikan penghargaan bagi anak yang bermesin kecerdasan insting, mungkin sangat mengharapkan reward yang memberikan kebahagiaan dan kedamaian dalam jiwa . Bisa dalam bentuk kegiatan refreshing atau mendukungnya melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Terkadang keberterimaan akan peran dan pengorbanan anak insting sudah merupakan reward baginya.

Di dunia ini ada hal yang memberikan dorongan bagi manusia dalam berbuat amal. Ada manusia yang beramal karena pengharapan kepada Allah yang lebih dominan, ada juga yang beramal karena rasa takutnya kepada Allah lebih besar. Maka ada anak yang tergerak karena disampaikan konsekuensi positif dari sebuah amal ada juga yang tergerak karena disampaikan konsekuensi negatif sebuah amal. Usahakanlah membuat konsekuansi senatural mungkin, selogis mungkin. Dan hindari memberikan hadiah yang justru akan menimbulkan kontra produktif terhadap sebuah Amal apalagi yang mendekatkan mereka kepada siksa api neraka

Di Tulis Oleh : Kiki Barkiah

https://stifinbrain.com
Do you like stifinbrain's articles? Follow on social!
Comments to: Memberikan Penghargaan Kepada Anak

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Blog Community

Ingin Jadi Penulis STIFIn Brain ?
Daftar Sekarang