STIFIn Brain Official
Cabang STIFIn No. 2 Terbaik

Beberapa waktu lalu, seorang ibu datang dengan mata berkaca-kaca. Ia bercerita dengan suara bergetar:
“Pak, anak saya selalu dibilang nakal. Di rapornya bahkan ditulis akhlak buruk.
Alasannya ? Dia tidak bisa duduk diam, sering jalan-jalan di kelas.
Saya jadi terpaksa memindahkan dia ke sekolah lain…”
Bayangkan, hanya karena anak ini butuh bergerak, ia diberi label negatif buruk akhlaknya.
Padahal, dari hasil tes STIFIn, anak ini ternyata Sensing ekstrovert — tipe anak dengan energi besar, aktif, dan memang tidak bisa terlalu lama diam.
Ibu itu menangis lega setelah tahu: “Berarti anak saya nggak salah, kan Pak? Itu memang fitrahnya ya? Kalau di sekolah ini dia diterima kan, Pak?”
Itu bukan sekadar cerita seorang ibu. Itu adalah cermin dari banyak orang tua di luar sana. Dan itu bisa terjadi juga di sekolah Anda.
Kisah seperti itu tidak hanya terjadi sekali, banyak sekali orang tua yang datang ke Kantor Brainity mengeluhkan anaknya yang diberi label negatif dari guru dan sekolah.
Masalahnya, karena guru tidak paham pola ini → perilaku alami anak malah diberi label negatif: nakal, malas, cengeng, pembangkang, hiperaktif, tidak serius.
👉 Murid merasa tidak diterima.
👉 Orang tua kecewa pada sekolah.
👉 Sekolah kehilangan kepercayaan, kehilangan murid, kehilangan nama baik.
Jika sekolah Anda masih menilai semua anak dengan kacamata yang sama, maka:
Orang tua akan merasa sekolah tidak adil.
Mereka akan mencari sekolah lain yang lebih memahami anak.
Guru akan kewalahan.
Karena setiap hari menghadapi “masalah perilaku” yang sebenarnya bukan masalah, tapi keunikan anak.
Citra sekolah akan menurun.
Sekali ada orang tua yang cerita di media sosial: “Anak saya dicap akhlak buruk hanya karena tidak bisa duduk diam.” → reputasi sekolah bisa hancur dalam semalam.
Sekolah kehilangan murid.
Di era kompetisi pendidikan, kehilangan satu murid bisa berarti kehilangan puluhan murid lainnya, karena orang tua berbagi cerita dari mulut ke mulut.
👉 Singkatnya: tanpa pemahaman STIFIn, sekolah Anda sedang berjalan menuju krisis perlahan-lahan.
Brainity For School hadir bukan sekadar tes sidik jari.
Ini adalah konsep pendidikan berbasis mesin kecerdasan, yang membantu guru memahami fitrah unik tiap anak.
Dengan STIFIn Brainity For School, guru akan berubah cara pandang: dari “anak bermasalah” → menjadi “anak unik yang butuh pendekatan khusus.”
Dari berbagai kasus, beginilah benturan yang sering muncul:
“Jangan melamun, fokus ke papan tulis!”
Padahal anak I sedang sibuk menghubungkan pola.
“Kamu jangan nangis terus, itu lemah!”
Padahal anak F butuh empati, bukan dimarahi.
“Bayangkan masa depan… jangan ribut!”
Padahal anak S butuh aktivitas fisik biar bisa fokus pada imajinasinya.
“Kamu suka membantah, bikin Ibu sakit hati.”
Padahal anak T hanya ingin logika jelas.
“Kerjakan saja, fleksibel aja lah.”
Padahal anak T butuh aturan sistematis.
Tanpa STIFIn Brainity For School, benturan seperti ini terus terjadi.
Dengan STIFIn Brainity For School, guru bisa mengubah respon: dari “memarahi” menjadi “memahami”.
Pemilik sekolah, sekarang saatnya bertanya:
Apakah Anda mau sekolah Anda dikenal sebagai sekolah yang salah label pada murid?
Atau sekolah yang dicari orang tua karena mampu menerima setiap anak apa adanya?
❌ Jangan tunggu sampai murid pindah satu per satu.
❌ Jangan tunggu sampai reputasi jatuh.
✅ Terapkan STIFIn Brainity For School sekarang di sekolah Anda.
✅ Selamatkan murid, guru, dan masa depan sekolah Anda.
📞 Hubungi kami untuk presentasi & kerja sama program STIFIn Brainity For School.
Karena setiap anak unik, dan sekolah yang bijak adalah sekolah yang memahaminya.