HomePendidikan5 Gaya Belajar Anak

5 Gaya Belajar Anak

Mengenali 5 Tipe Gaya Belajar Anak

Anak Bunda Males Belajar? Ini Rahasianya. Setiap kita sebenarnya mudah untuk belajar, masalahnya cara atau gaya belajar anak yang dipake itu masih secara umum, tidak khusus kepada setiap anak yang notabene berbeda. Akibatnya, anak ada yang berprestasi karena gaya belajar itu tepat untuk dia. Nah yang tidak tepat untuk anak tertentu, jadinya tak berprestasi, lalu yang disalahkan anak.

Apa iya seperti itu? Setiap anak unik maka gaya belajar anak anda unik juga, sebagaimana setiap orang tua, sebagai suami atau istri unik juga. Karena coba aja samakan pasangan anda dengan istri/suami tetangga, kalau gak mau tidurnya di sofa. Dari milyaran anak manusia, cuma 5 masalah yang akan ditemukan jika di framming dengan Konsep STIFIn (Sensing – Thinking – Intuiting –  Feeling – Insting)

Gimana bisa tau pak, anak saya ada yang Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling atau Insting? Nah, makanya perlu di Tes STIFIn anak kita semua. 

Ngomong-ngomong udah pada tahu belum potensi anak anak ayah dan bunda? Kalau belum jangan lanjutin bacanya, gak kan ada manfaatnya, percuma, ngabisin waktu ayah bunda aja.

Stop sampai disini aja. Eh…, udah stop…, kok masih dilanjutin bacanya ?

Jelas ya, anak terlahir fitrah, apa adanya sesuai dengan pemberian dari Allah, tapi orang tuanya yang menjadikan Nasrani, Majusi dan Yahudi karena ketidak tahuan akan Fitrah si anak. Tapi ayah bunda ndak usah khawatir karena sekarang sudah ada Konsep STIFIn yang bisa membuat ayah bunda menjadi sangat sangat mudah (dibaca 3x), simple dan aplikatif, untuk mengenali Fitrah Genetik anak.

Akan sangat sangat keliru, jika anda mempelajari sebuah Konsep Psikologi untuk mengenali manusia, tapi tidak sedikitpun dikupas tentang Sang Pencipta Manusia di dalam Konsepnya. Padahal yang jauh lebih tahu si manusia itu adalah Penciptanya. Nah, Konsep STIFIn meyakini adanya “campur tangan” Allah sebagai Sang Pencipta Manusia dalam Karakternya Manusia. Sementara Konsep yang lain, mereka mengabaikan Sisi Sang Pencipta Manusia. Makanya, manusia zaman sekarang banyak masuk UGD (Unit Galau & Dilema) karena virus Andy Lau, “Antara Dilema Dan Galau”, akibat memahami konsep yang menjauhkan manusia dari Sang Pencipta. Konsep yang benar adalah, ketika kita mengenal diri kita, kita mengenal Allah, Tuhan Pencipta Manusia. Nah, STIFIn bisa menjadi solusi. Simak ya…!

Gaya Belajar Anak Sensing 

Anak Sensing, persiapan sebelum belajarnya adalah Fisik. Contohnya, biarkan bermain terlebih dahulu sebelum pergi sekolah, atau lakukan aktifitas yang mengeluarkan keringat dahulu, baru lah belajar. Anak Sensing inilah yang cocoknya senam dulu sebelum belajar, tapi tidak untuk anak Intuiting dan type lainnya. Karena waktu SD sehabis senam, pernah saya beralasan sakit, supaya bisa tidur di ruang P3K, haha.

Anak Sensing, please jangan dipaksa Tidur Siang kalau ia tidak mau, ntar kasihan jadinya OON, pelupa ‘bin’ gendut ‘binti’ pemalas. Kalau dia belajar di rumah badannya gak bisa diam, mulutnya gak bisa diam, ya mbok dibiarin aja. Emang gitu gaya belajarnya. Anak Sensing kudu ngabisin baterainya dengan banyak bergerak, kalo ndak malamnya dia gentayangan kayak cacing kepanasan di kamar, susah gak mau tidur. Kenapa Anak Sensing jadi malas belajar, bisa jadi karena dia tidak diberikan waktu bermain atau berkeringat. Alasan orang tua, kasihan nanti kecapekan. Padahal mainnya anak Sensing itulah cara paling ampuh merefresh otaknya yang udah penat belajar. Justru anda harus buat anak Sensing berkeringat agar potensinya meningkat.

Gaya Belajar Anak Thinking

Anak Thinking biarkan belajar sendiri, anda beruntung punya anak Thinking, karena gaya belajar anak Thiking sangat bisa mandiri. Tapi kalau terlalu anda dikte dan ajari yang dia udah tau, berulang ulang, bersiaplah, hilang motivasi belajar nya. Anak Thinking siapkan suasana hening saat belajar, jauhkan dari anak Sensing yang belajarnya gak bisa diam karena bisa pecah konsentrasi anak Thinking. Kenapa anak Thinking jadi malas belajar, bisa jadi karena orang tua selalu mengulang ulang yang anak Thinking udah tau. Karena anak Thinking itu sotoy, jangan sampai kita kelihatan sotoy juga dimatanya.

Baca Juga : 

Gaya Belajar Anak Intuiting

Anak Intuiting kalau mau di suruh tidur, suruh aja anak Intuiting tidur siang dulu (sepulang sekolah) sebelum belajar, itupun jangan lama-lama, cukup 15 menit saja. Setelah itu bangunkan, suruh nonton kartun dulu 10 menit di youtube, baru belajar. Sebelum belajar anak Intuiting baiknya jangan makan dulu, karena kalau udah makan dia ngantuk, dan tidurnya bisa panjang. Bila Intuiting kebanyakan makan ntar jadi bloon, jadi kurangi makannya, agar belajarnya jadi OK. Tapi jangan anak Sensing yang dikurangi makannya, karena anak Sensing dia butuh banyak makan buat energi gerak tubuhnya. Tapi biasanya anak Sensing malas makan, karena gak enak makanannya. Anak Intuiting cenderung malas berkeringat, sehingga energi dari apa yang dimakannya jadi pemberat Mata.

Kenapa anak Intuiting malas belajar? bisa jadi karena orang tua tidak memberi ruang bagi si anak untuk mengerjakan dengan caranya sendiri, belajar dengan gayanya sendiri, pernah ada orang tua yang bilang, udah dibeliin meja belajar, belajarnya malah di teras. Meja belajar ampuh untuk anak Thinking bu, anak Intuiting yang meruang, alam terkembang, langit bergantung menjadi tempat belajarnya, apa ibu bisa beliin meja selebar jagat raya ?

Gaya Belajar Anak Feeling

Anak Feeling biarkan belajar kelompok, bersama teman-temannya atau anda yang menjadi temannya belajar. Ya…, jadi ngobrol dulu, ngalur ngidul kesana kemari, curhat curhatan, jangan buka buku untuk belajar. Saat udah enak moodnya, baru buka bukunya dan belajar. Jangan disuruh belajar sendiri di kamar, tidur dia nanti. Menjauhkan anak feeling dari komunitas teman-temannya, sama dengan mematikan kehebatannya.

Kenapa Anak Feeling malas belajar? karena orang tuanya melarang dia belajar kelompok bersama teman-temannya.

Belajar kelompok dengan diskusi sambil ngobrol adalah cara termudah anak Feeling menyerap ilmu. Ada pengalaman unik, seorang ibu bercerita, setelah saya jelaskan tentang gaya belajar anak Feeling.

Pantas pak (waduh, kok dipanggil bapak siih, mba, padahal saya masih muda, dalam hati saya, hehe..), sebelum saya masukin ke TK ini, dulunya di TK “itu”, udah 1 bulan tak ada yang hapal dia Juz Amma satu surahpun. Nah saya masukkan lah ke TK “ini”, di sini awalnya saya liat apa bisa, karena belajar disini rame rame, gak seperti di TK “itu”, eh ternyata 1 minggu saja belajar disini dia udah banyak yang hapal surah juz amma. Nah loh…, ada testimoninya langsung.

Gaya Belajar Anak Insting

Anak Insting biarkan belajar sambil nonton TV atau dengar musik. Anak Insting kebanyakannya belajar sambil melakukan aktifitas lainnya, kemampuan otaknya yang serba bisa, membuat dia merasa nyaman dan enjoy saat belajar sambil nonton tv/dengar musik. Nah, logika kebanyakan orang tua berpendapat, masa belajar sambil nonton tv/dengar musik. Maka dilaranglah si anak Insting tadi nonton tv, suruh masuk kamar, belajar sendiri, alhasil ketika anak tak mau belajar yang disalahkan anaknya. Padahal? Gaya belajar anaknya yang tidak dimengerti oleh orang tua. Hmm…, orang tua yang tak tahu dimana letak kehebatan anak Instingnya dalam belajar. Pernah, anak Insting minta dibeliin alat musik Drum, setelah dibeliin, eh jadi bagus nilainya. Apa coba hubungannya, kalau pake logika pemahaman kita selama ini. Tapi kalau pake STIFIn itu erat hubungannya.

Dah ah itu dulu sedikit konsep dari gaya belajar anak sesuai Mesin Kecerdasannya. Ada beberapa point lainnya yang berhubungan dengan gaya belajarnya yang biasanya kami sampaikan lengkap dalam Workshop STIFIn Learning.

Ferri Azwar
Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Beri Ulasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru