Belajar memahami orang lain dengan ilmu STIFIn

Seberapa banyak kita BISA belajar memahami orang lain? Dan seberapa banyak kita MAU memahami orang lain? BISA dan MAU adalah dua hal yang berbeda. Untuk BISA memahami orang lain anda perlu ilmu. Tetapi untuk MAU memahami orang anda mesti keluarkan energi.

Untuk BISA anda memerlukan hidayah. Untuk MAU anda memerlukan taufik. Keduanya sangat dibutuhkan untuk kedalaman interaksi antar individu. Agar anda dan orang-orang lain tersusun menjadi bangunan bersama yang kokoh.

Membuat Tim Yang Hebat

Anda akan membuat tim yang hebat kalau setiap anggota tim dipahami lebih dalam, dingertiin lebih dalam.

  • Ada yang mogok kerja karena terganggu persoalan bagi-bagian.
  • Ada yang stuck karena proses kerja tidak jelas.
  • Ada yang ngadat karena hopeless tidak menemukan mimpinya disitu.
  • Ada yang ngambek karena bosnya memperlakukan semena-mena.
  • Ada yang trauma karena tekanan kerja yang tinggi.

Terhadap semua persoalan tersebut anda punya dua pilihan.

  1. Pertama, tidak melakukan selain menuntut saja mereka semua kembali normal bekerja, atau
  2. Kedua, anda BANTU selesaikan masalahnya seperti seorang bapak yang ngertiin anaknya dan siap untuk mengeluarkan energi tambahan atau memberi kasih sayang tambahan untuk ‘anak-anak’nya.

Nah untuk melakukan BISA + MAU + BANTU seperti di atas anda akan menjadi mudah (efektif) dan murah (efisien) belajar memahami orang lain kalau pakai skema STIFIn.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Baca Juga : Bangkit dari masalah sesuai karakter

Categories

tes-stifin