Wafatnya Penemu STIFIn Farid Poniman

Wafatnya Penemu STIFIn Farid Poniman

Mengenang Perjalanan Seorang Visioner, Farid Poniman

Pada tanggal 27 Januari 2024, para Praktisi STIFIn kehilangan seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Farid Poniman, penemu dan pendiri konsep STIFIn, meninggal dunia di usia 59 tahun setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Farid Poniman adalah sosok visioner yang mengubah paradigma pengembangan SDM melalui pendekatan yang inovatif dan berbasis ilmiah.  Bapak Farid Poniman menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu pukul 02.30 WIB di rumah sakit. Dia meninggal dengan wajah tersenyum.

Mengenal Farid Poniman

Farid Poniman lahir pada tahun 1965 di Bandung, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan di bidang psikologi dan memiliki latar belakang yang beragam, termasuk pengalaman di berbagai industri. Sebelum mendirikan STIFIn, Farid telah berkarier di berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk Procter & Gamble Indonesia, H.U. Republika, dan majalah Ummat.

Lahirnya Konsep STIFIn

STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting) merupakan konsep yang dikembangkan oleh Farid Poniman sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan karakter ataupun psikologis manusia di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Konsep ini berfokus pada penggabungan ilmu pengetahuan dari berbagai pakar psikologi untuk menciptakan manusia yang unggul dengan fokus pada kekuatan Belahan Otak yang dominan.

Awalnya STIF, Lalu Menjadi STIFIn

Awalnya, konsep ini dikenal dengan nama STIF (Sensing, Thinking, Intuiting, dan Feeling). Namun, Farid Poniman kemudian memperluas cakupan konsep dengan menambahkan unsur Insting. STIFIn menjadi lebih holistik dan komprehensif, menggabungkan berbagai aspek yang saling terkait untuk mencapai tujuan pengembangan SDM yang berkelanjutan.

Perkembangan Tes STIFIn

Salah satu kontribusi besar Farid Poniman adalah pengembangan tes STIFIn. Tes ini dirancang untuk mengukur potensi dan kompetensi individu dalam berbagai bidang, termasuk kepemimpinan, kreativitas, dan kewirausahaan. Dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan data empiris, tes STIFIn memberikan informasi yang berharga bagi individu, perusahaan, dan lembaga pendidikan.

Sampai Wafatnya Penemu STIFIn Farid Poniman sudah ada 576.142 orang yang menggunakan metode ini dan memiliki 90 cabang di seluruh Indonesia dan termasuk di Singapura dan Malaysia. STIFIn Brain merupakan Cabang STIFIn dengan Pertumbuhan Promotor STIFIn dan  Jumlah Tes Tinggi di Indonesia.

Warisan dan Penghargaan

Wafatnya Penemu STIFIn Farid Poniman meninggalkan warisan berupa konsep STIFIn yang terus berkembang dan diadopsi oleh berbagai institusi di Indonesia. Kontribusinya dalam pengembangan SDM telah diakui melalui berbagai penghargaan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Mengenang Perjalanan Seorang Visioner

Farid Poniman bukan hanya seorang penemu konsep, tetapi juga seorang pemimpin yang menginspirasi banyak orang. Melalui STIFIn, ia telah membuka jalan bagi pengembangan SDM yang berbasis ilmiah dan berorientasi pada hasil. Kita mengenang perjalanan seorang visioner yang telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah pengembangan SDM di Indonesia.

Selamat jalan, Farid Poniman.

kuburan penemu stifin farid poniman

STIFIn Brain
STIFIn Brain

STIFIn Brain adalah platform edukasi yang menyajikan insight mendalam seputar kepribadian genetik berbasis teori STIFIn. Temukan tulisan-tulisan reflektif, praktis, dan aplikatif yang bisa membawa Anda lebih dekat dengan siapa diri Anda sebenarnya, sejak lahir.

Leave a Reply