Point Penting — 1) Anak Adalah Bibit Unggul, Masalahnya Ada di Cara Menanam 2) Paradigma Dasar STIFIn dalam Belajar 3) Lima Mesin Kecerdasan dalam STIFIn 4) Lapisan Otak: Introvert dan Ekstrovert 5) Prinsip Besar Cara Belajar STIFIn 6) Cara Belajar Anak Sensing 7) Cara Belajar Anak Thinking 8) Cara Belajar Anak Intuiting 9) Cara Belajar Anak Feeling 10) Cara Belajar Anak Insting 11) Penutup Anak Adalah Bibit Unggul, Masalahnya Ada di Cara Menanam Materi ini diawali dengan satu analogi sederhana: anak adalah bibit unggul. Dalam Islam, manusia lahir dalam kondisi fitrah dan unggul dibanding ciptaan lainnya. Namun bibit unggul tidak otomatis tumbuh maksimal jika ditanam di tempat yang tidak sesuai. Persoalan utama dalam pendidikan bukan pada kualitas anak, tetapi pada ketidaksesuaian antara karakter genetik anak dan lingkungan belajarnya. Paradigma Dasar STIFIn dalam Belajar Setiap anak pasti unggul Bukan ada atau tidak ada potensi, tetapi di mana potensi itu berada. Anak tidak pernah kosong potensi, yang sering salah adalah perlakuannya. Bibit berbeda membutuhkan lingkungan berbeda Kurma unggul jika ditanam di padang pasir, kelapa unggul di pantai, tomat unggul di persawahan. Begitu pula anak, karakter genetik menentukan lingkungan belajar yang tepat. Lingkungan seharusnya menyesuaikan anak, bukan sebaliknya Genetik tidak bisa diubah, yang […]




