A Grand Theory of STIFIn Personality: Basic Functions Theory Revisited

A Grand Theory of STIFIn Personality

Jurnal ini memperkenalkan STIFIn sebagai sebuah grand theory kepribadian yang berakar pada genetika, neuroscience, dan biopsikologi. STIFIn merupakan singkatan dari lima tipe kecerdasan dominan manusia: Sensing (S), Thinking (T), Intuiting (I), Feeling (F), dan Instinct (In). Teori ini berbeda dengan pendekatan psikologi populer seperti Big Five atau MBTI karena tidak berfokus pada traits (sifat), melainkan pada fungsi dasar otak yang bersifat genetik dan tidak berubah seumur hidup.

Penulis menjelaskan bahwa STIFIn dibangun berdasarkan tiga teori besar:

  1. Basic Function Theory (Carl Jung),
  2. Whole Brain Theory (Ned Herrmann),
  3. Triune Brain Theory (Paul MacLean).

Setiap tipe kecerdasan dalam STIFIn berhubungan dengan bagian spesifik dari otak:

  1. Sensing (S): limbik kiri (mamalia) – fokus pada pengalaman nyata & detail sensorik.
  2. Thinking (T): neokorteks kiri (manusia) – logis dan sistematis.
  3. Intuiting (I): neokorteks kanan – imajinatif dan visioner.
  4. Feeling (F): limbik kanan – empatik dan peka terhadap harmoni sosial.
  5. Instinct (In): otak tengah (reptilian brain) – spontan, cepat tanggap, dan intuitif secara naluriah.

STIFIn juga menyempurnakan pemahaman tentang introvert dan ekstrovert. Dalam teori ini, keduanya bukanlah tipe kepribadian, melainkan “kemudi” yang mengarahkan kecerdasan: ke dalam (introvert) atau keluar (ekstrovert). Hasil akhirnya adalah 9 tipe kepribadian: Si, Se, Ti, Te, Ii, Ie, Fi, Fe, dan In.

Selain itu, jurnal ini menjelaskan bahwa 20% kepribadian manusia dibentuk oleh genetik, dan 80% oleh lingkungan. Namun genetiklah yang secara aktif mencari lingkungan yang sesuai, menjadikan 20% ini memiliki peran krusial dalam membentuk totalitas manusia.

Teori STIFIn juga menawarkan pemahaman praktis tentang bagaimana seseorang dapat menemukan peran individual (individual role) dan peran sosial (social role) yang selaras dengan tipe genetiknya. Dengan mengenali tipe STIFIn, seseorang dapat memaksimalkan potensi otaknya secara optimal dan membentuk kepribadian produktif yang stabil dan otentik.

Penutup jurnal menyatakan bahwa pendekatan berbasis neuroscience dan genetika seperti STIFIn dapat memberikan jawaban yang lebih akurat terhadap mekanisme berpikir, emosi, dan perilaku manusia dibanding pendekatan psikologis konvensional. Teori ini diusulkan sebagai kerangka teoritis jangka panjang yang perlu terus dikembangkan melalui studi ilmiah lanjutan.

STIFIn Brain
STIFIn Brain

STIFIn Brain adalah platform edukasi yang menyajikan insight mendalam seputar kepribadian genetik berbasis teori STIFIn. Temukan tulisan-tulisan reflektif, praktis, dan aplikatif yang bisa membawa Anda lebih dekat dengan siapa diri Anda sebenarnya, sejak lahir.

Leave a Reply