HomeTelaahPerbedaan kecerdasan tunggal dan kecerdasan majemuk

Perbedaan kecerdasan tunggal dan kecerdasan majemuk

Perbedaan kecerdasan tunggal dan kecerdasan majemuk

Perbedaan kecerdasan tunggal dan kecerdasan majemuk adalah benar bahwa di kepala manusia memiliki beberapa belahan otak yang bekerja dengan cara berbeda. Terdapat banyak kecerdasan pada setiap orang. STIFIn menyebut ada 5 jenis kecerdasan, sesuai dengan keberadaan 5 belahan otak.

Multiple Intelligence (MI) atau kecerdasan majemuk menyebut ada 8 jenis kecerdasan tanpa dikaitkan dengan belahan otak (sementara belahan otak manusia ada 5 sebagai sumber kecerdasan). Artinya disepakati oleh semua pihak bahwa setiap manusia memiliki aneka kecerdasan.

Diskusinya adalah adakah pola kerja otak?

Multiple Intelligence mengatakan semua jenis kecerdasan dapat dipakai secara bergantian. Bisa dipakai sekaligus secara berganda. Tidak ada hukum kepemimpinan tunggal. Yang ada adalah kepemimpinan bersama. Tidak ada pola. Bersifat acak. Diasumsikan bersatu tolong menolong dengan sendirinya. Menjadi sebuah harmoni secara otomatis. Benarkah demikian ?

Sedangkan kecerdasan tunggal yang dimaksud Konsep STIFIn bahwa harmoni itu muncul karena adanya pemimpin. Satu dari 5 belahan otak memimpin empat belahan otak lainnya. Ada pola kepemimpinan yang jelas dalam kecerdasan tunggal. Dalam Hadist, “Berjalanlah engkau dua orang, maka salah satu harus menjadi pemimpinnya”. Itulah hukum alam yang berlaku sehari-hari, harus ada ke pemimpinan tunggal. Termasuk di kepala kita, otak belahan mana yang menjadi pemimpinnya, itulah yang di cari tahu dengan melakukan Tes Mesin Kecerdasan STIFIn

Farid Poniman
Penemu STIFIn

—————————————-

Sudah tahukan sekarang apa perbedaan kecerdasan tunggal dengan kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk ibaratnya seperti memiliki matahari kembar. Kecerdasan tunggal seperti memiliki satu matahari yang dominan menyinari bumi.

Kecerdasan Majemuk (bahasa Inggris: Multiple Intellegences) adalah salah satu teori belajar yang dikemukakan oleh Howard Gardner[1], seorang pakar pendidikan dan psikologi berkebangsaan Amerika[2], lahir dengan nama lengkap Howard Earl Gardner pada tanggal 11 Juli 1943 di Scranton, Pennsilvania[3]. Teori belajar Howard Gardner dikenalkan pertama kali pada tahun 1983. Teori ini menjadi sumber kekuatan baru bagi pendidik untuk lebih luas dalam berkreativitas dan berinovasi di dunia pendidikan. Selain itu setiap pendidik harus belajar meyakini bahwa dibalik keterbatasan siswa juga terdapat kelebihan yang belum tereksplor dengan baik.

Baca Juga : Menentukan panggilan jiwa dengan STIFIn 

Beri Ulasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru