HomeTelaahCara menghilangkan rasa kemrungsung

Cara menghilangkan rasa kemrungsung

Menghilangkan rasa kemrungsung

Mungkin kita pernah merasakan ada hari dimana kita semacam kemrungsung sepanjang hari. Hari kemrungsung (Bad day) : Mulai dari merasa malas melakukan apapun, gak bisa mikir, merasa kosong, ‘mati angin’, diliputi kesedihan, sedikit putus asa, mungkin sedang tidak punya duit, atau bahkan mungkin sedang patah hati.

4 Langkah Merubah Bad Day Menjadi Lucky Day

Pertama, sadarilah bahwa kemrungsung itu menunjukkan bahwa kita masih manusia. Itu bagian dari suka duka kehidupan. Jika menolak dan tidak terima hari kemrungsung kita justru akan bikin sulit untuk move on. Nikmati jatuh bangun kehidupan kita, bergejolaknya perasaan kita. Sambil mengukur, seberapa terkapar kita? Sepanjang kita masih bisa mengucap istighfar, masih aman. Artinya masih ingat Tuhan.

Kedua, cari sebab mengapa kemerungsung itu terjadi? Sakit fisik, sakit batin, sakit kantong, ada peristiwa khusus, kekecewaan mendalam, atau sebab apapun yang mungkin katastropik (kiamat pribadi) seperti diperkosa atau pengkhianatan besar atau mungkin gagal pilkada. Mengetahui sebab akan memudahkan evaluasi diri.

Baca Juga :

Ketiga, bangkit dimulai dari yang bisa dan mudah dilakukan, sampai bisa menjadi modal untuk naik tangga yang lebih tinggi. Akhirnya menjadi normal bahkan bisa termotivasi bangkit dari kegagalan menuju ke bandul positif secara sempurna. Skema STIFIn sangat berperan dalam kebangkitan ini.

Keempat, proteksi otomotis supaya hari kemerungsungan tidak terulang kembali. Ternyata caranya amat sangat sederhana: shalat subuh jamaah di masjid. Merubah bad day menjadi lucky day. Hari keberkahan. Cara menghilangkan rasa kemrungsung ternyata tidak sulit. Karena hanya yang mukmin yang rutin shalat subuh jamaah di masjid. Yang muslim hanya bisa sekali-sekali saja ■ 300618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Beri Ulasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru