Kantor STIFIn Brain

SITIFn Brain Medan :
Jl. Setia Budi Pasar 1 No. 78D Tanjung Sari Medan Selayang 20132

STIFIn Brain Tembung
Jl. Beringin No. 81 Pasar. 5 No.81 Dusun Salak Deli Serdang Tembung Medan 20137

Buka Senin-Jumat
Jam 09.00 sd 17.00

Personality Genetik Thinking extrovert. Thinking kalau dalam Mesin Kecerdasan mengunakan jari telunjuk, tapi kalau thinking ekstrovert menggunakan jari manis sebelah kiri. Pada Thinking ekstrovert dia memilliki kharisma tertentu sebagai seorang yang berkuasa, dia seorang komandan yang menarik, dia seorang ketua atau pemimpin yang punya otoritas, punya legitimasi. Dari tongkrongannya saja Thinking ekstrovert ini sudah memberikan perlindungan bagi orang lain.

Tidak Menunda Nunda Keputusan

Personality Genetik Thinking extrovert bekerja dengan menggunakan otak yang dia berfikir lebih lateral, berfikir lebih meluas, dan dia cepat memutuskan dengan daya jelajah otaknya yang meluas tadi menggunakan bukti-bukti, menggunakan fakta-fakta yang ada. Dari satu fakta dengan fakta yang lain yang meluas itu bisa dirangkai oleh dia menjadi sebuah proses untuk mengambil keputusan. Jadi orang Thinking ekstrovert justru kehebatannya adalah dia tidak menunda nunda mengambil keputusan, karena menurut dia mengambil keputusan yang cepat adalah bagian dari proses kepemimpinan.

Pandai Mensimplikasi

Thinking extrovert yang dengan tongkrongannya saja sudah memiliki kharisma sudah otoritatif, dia cara bekerjanya secara keseharian adalah memang pandai mengkonstruksikan situasi. Pandangannya yang meluas tadi memudahkan dia untuk merekonstruksi sebuah kejadian menjadi sesuatu yang mudah untuk dilogikakan dan meyakinkan orang lain bahwa beginilah bentuknya, beginilah miniatur yang paling sesuai, beginilah simplifikasinya, karena dia pandai merekonstruksi fakta dan kejadian menjadi sesuatu yang utuh. Dari situlah seorang Thinking ekstrovert ketika dia bekerja, maka pekerjaannya itu adalah selalu tidak jauh-jauh dari mendapatkan ukuran yang pas, mendapatkan bukti yang nyata, ukuran dan bukti yang nyata itu kemudian di buat oleh dia implementasinya. Dalam implementasi ini, dia mencari mana yang paling simple. Jadi simplifikasi sebuah aturan, sebuah keputusan, simplifikasi sebuah perencanaan, itu memang jago di rekonstruksikan oleh orang Thinking extrovert. Jadi dengan meluasnya dia, maka dia pandai mensimplifikasi.

Kalau Personality Genetik Thinking introvert adalah dia mau membawa dalam sedalam-dalamnya, dinaikkan ke atas lebih kompleks, dikawal dengan akurasi itu adalah rentang yang agak mendalam tadi dilakukan oleh orang Thinking introvert. Maka pada orang Thinking extrovert dia mampu mensimplifikasi dari perkara yang meluas tadi menjadi sesuatu yang lebih simple. Karena kepandaiannya dia dalam menstrukturkan atau mengkonstruksikan kembali fakta dan kejadian yang dijadikan sebagai database oleh dia untuk diolah menjadi sebuah informasi baru yang lebih simple.

Pasangannya Sebagai Bawahan

Bagaimana urusan Thinking ekstrovert dalam soal percintaan ? Wibawa dia sebagai komandan itu justru menjadi resources, menjadi sumber daya bagi dia untuk menaklukkan orang lain. Jadi dalam konteks berpasanganpun, maka orang Thinking ekstrovert kerap kali akan menjadikan pasangannya itu sebagai sub ordinate bagi dirinya, atau bawahan bagi dirinnya. Orang Thinking extrovert akan memperlakukan pasangannya sebagai resources yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan misinya, untuk memenuhi targetnya.

Keputusan Yang Cepat Dan Benar

Nah, jadi yang seperti ini, ketika dia ingin menaikkan levelnya, maka itu akan sangat ditentukan dari kepandaian dia menetapkan keputusan-keputusan. Semakin kerap dia mengambil keputusan (kerena tadi dia menggunakan kecepatan, tidak suka menunda-nunda) yang cepat dan akurat, maka itulah yang membuat dia akhirnya dipandang sebagai orang yang cepat mengambil keputusan dan keputusannya benar. keputusan-keputusan yang benar itulah yang nantinya akan menaikkan level dia, menaikkan leverage dia, menaikkan kemampuan dia. Nah menjadi semakin kuat dia punya aura tahta tadi ketika dia justru kerap kali membuat keputusan yang cepat dan benar.

Seorang pemimpin sebetulnya seandainya dia mengambil keputusan yang cepat meskipun salah, lebih dihargai daripada pemimpin yang lambat mengambil keputusan meskipun kemudian betul, karena sudah tidak ada gunanya, sudah terlambat, karena momentum sudah hilang, kepercayaan sudah hilang, orang sudah mulai resah, harga psikologisnya menjadi lebih mahal. Nah itu mengapa orang Thinking extrovert yang lebih taktis ketika dia memutuskan sesuatu itu menjadi kekuatannya.

Cara Bisnis Dengan Ekspansi

Bagaimana kalau Personality Genetik Thinking extrovert berbisnis dan ingin maju ? Maka dia memang harus membawa kepada ekspansi yang lebih besar karena naturenya orang Thinking ekstrovert itu lebih meluas, memiliki span of control yang lebih besar, dengan span of control yang lebih besar itu mengapa kemudian dia lebih bagus ekspansi bisnisnya, yang tadinya 10 di jadikan 20, 30 dan seterusnya. Nah ekspansi yang lebih meluas ini bisa dikawal oleh dia, karena kemampuannya dia untuk mensimplifikasi. Karena boleh jadi sesuatu yang dilakukan dipabrik A bisa di copy dan dilakukan juga di pabrik B dan seterusnya, itulah yang disebut dengan simplifikasi.

Memutuskan Berdasarkan Data

Setiap usaha tergantung dari jenis produknya, dari jenis bisnisnya, jenis industrinya, dari model bisnisnya, nah itu semua oleh orang Thinking extrovert dengan mengacu kepada pengalaman dan data yang dilakukan oleh orang lain, tetapi itu bisa menjadi pelajaran bagi dirinya, itu cukup bagi orang Thinking extrovert untuk memutuskan. Kalau orang Sensing introvert ataupun ekstrovert ketika dia ingin memutuskan sesuatu, itu best on experience, pengalaman mereka. Maka orang Thinking introvert maupun extrovert pengalaman orang lain tidak ada masalah. Sepanjang itu di analisa menjadi data, menjadi database, menjadi pertimbangan, menjadi rujukan, boleh dilakukan oleh dia. Nah bagi orang Thinking extrovert itu semua menjadi pelajaran yang paling berharga bagi dia, menjadi masukan bagi dia, menjadi pegangan bagi dia untuk memutuskan sesuatu. Outputnya adalah dia seorang komandan yang baik karena memutuskan disaat yang tepat. Semakin betul dia mengambil keputusannya, maka semakin bagus dia menjadi seorang pemimpin yang memiliki otoritas.

Rentang Kendali Jitu

Jadi, keseluruhan bagi orang Thinking extrovert untuk dia menjadi orang yang lebih besar, yang lebih tinggi, maka dia harus berbicara tentang skala yang lebih besar. Meskipun skala yang lebih besar itu dikawal oleh dia dengan pengambilan keputusan yang cepat dan benar. Seorang komandan yang baik, seorang komandan yang baik, seorang panglima perang yang baik karena dia memimpin sekian banyak pasukan, orang yang memiliki karyawan ataupun buruh dengan ratusan dan ribuan bagi orang Thinking extrovert tidak ada masalah karena kekuatan dia ada pada rentang kendali yang jitu.

Baca juga : Personality genetik thinking introvert

Share:

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *