Manusia bisa berfotosintesis bagi manusia lainnya

Mungkinkah Manusia bisa berfotosintesis? Peristiwa fotosintesis terjadi pada daun-daun yang terpapar sinar matahari. Menyerap CO2 dari sekitarnya dan mengeluarkan O2 ke sekitarnya. Menyerap ‘racun’ yang dikeluarkan manusia dan memberikan udara segar bagi manusia. Keberadaan pohon menjadi sangat bermanfaat bagi manusia.

Siapakah jenis manusia yang bisa berperan sebagaimana fotosintesis bagi manusia lainnya. Jenis manusia tersebut menyerap energi negatif manusia lain dan memberi energi positif bagi manusia lain tersebut.

Orang-orang shaleh di sekitar kita pada dasarnya berperan sebagaimana daun berfotosintesis. Mereka menghilangkan aura negatif di sekitarnya dan menjadi sebab turunnya rezeki dan kebaikan di sekitar mereka. Mereka menjadi rahmatan lil ‘alamin. Ketaqwaan selalu dikaitkan dengan kebermanfaatan bagi lingkungannya.

Proses Fotosintesis Pada Manusia

Hakikatnya manusia bisa berfotosintesis. Supaya berperan seperti manfaat fotosintesis itu bagi sekitarnya maka proses fotosintesis harus dilakukan. Intisari proses fotosintesis yaitu terpapar teriknya matahari dan menyerap air dari tanah. Proses itu bagi manusia ibarat ‘amar ma’ruf nahi munkar’. Amar ma’ruf itu ibarat memberi air, nahi munkar ibarat memberi sinar matahari. Karena kalau orang baik tidak berbuat apa-apa terhadap kejahatan di sekitarnya, maka orang baik tersebut berubah menjadi ‘setan bisu’. Menghalangi amar ma’ruf nahi munkar sama dengan menghalangi fotosintesis. Kerugian yang nyata.

Marilah kita mulai amar ma’ruf nahi munkar dengan menjelaskan konsep STIFIn kepada dunia. Jadikan STIFIn sebagai pembicaraan yang akrab untuk memperbaiki SDM dan menghindari kesalahan-kesalahan program pengembangan diri yang banyak dilakukan manusia ■ 250618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Baca Juga : Kemampuan monetisasi adalah kerja cerdas

Categories

tes-stifin