Sekolahnya Manusia: Pendidikan yang Memanusiakan Anak,Menghargai Keunikan, dan Membaca Potensi dengan Lebih Tepat Sekolah yang memanusiakan manusia berangkat dari cara pandang bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar. Selagi ada kehidupan, ada hak untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, sekolah tidak hanya dipahami sebagai tempat anak duduk di kelas, menghafal pelajaran, mengerjakan soal, lalu mendapatkan nilai angka. Dalam konsep sekolahnya manusia, pendidikan perlu melihat anak sebagai manusia yang tumbuh, berkembang, memiliki rasa, memiliki minat, memiliki bakat, dan memiliki cara belajar masing-masing. Anak tidak diperlakukan sebagai mesin yang harus menerima metode yang sama, duduk dengan cara yang sama, dan dinilai hanya dengan angka yang sama. Konsep ini menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Guru, orang tua, kelas, lingkungan, dan kurikulum perlu bergerak untuk membaca keunikan anak, bukan memaksa anak menyesuaikan diri dengan sistem yang sama untuk semua orang. Gagasan Dasar Sekolahnya Manusia Sekolahnya manusia memiliki gagasan dasar bahwa gaya belajar siswa harus bertemu dengan cara mengajar guru. Jika cara mengajar tidak sesuai dengan gaya belajar anak, proses pembelajaran dapat menjadi sia-sia. Anak bisa stres, ilmu tidak sampai, dan sekolah menjadi tempat yang tidak membahagiakan. Dalam satu kelas, setiap anak bisa memiliki gaya belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu mampu mengklasifikasikan, mengelompokkan, dan […]

Sekolahnya Manusia: Pendidikan yang Memanusiakan Anak
Tags


