Bedah Hubungan Segilima STIFIn: Seni Menaklukkan dan Mendukung Pasangan Tanpa Baper

Sensing Ketemu Thinking, Feeling Ketemu Intuiting: Memahami Dinamika “Segilima” Agar Rumah Tangga Minim Drama Rahasia Harmonis Pasutri Beda MK: Kapan Harus Bersabar, Kapan Harus Bersyukur? Pernahkah Anda merasa “kalah dominan” dari pasangan, atau justru merasa lelah karena harus terus melayani? Dalam konsep STIFIn, dinamika ini sebenarnya memiliki pola alamiah yang disebut Hubungan Segilima. Mari kita bedah bagaimana siklus “mendukung” dan “menaklukkan” ini bekerja, agar kita tidak salah ekspektasi—seperti mengharapkan madu dari seekor kelinci. Filosofi Alam: Siapa Menaklukkan Siapa? Sebelum kita masuk ke contoh kasus rumah tangga, saya ingin teman-teman memahami konsep dasarnya dulu. Hubungan segilima ini sebenarnya mirip dengan filosofi elemen alam. Ada siklus saling mendukung dan saling menaklukkan. Bayangkan ini sebagai siklus alam: Tanah (Sensing) mendukung Logam (Thinking). Logam (Thinking) mendukung Air (Insting). Air (Insting) mendukung Kayu (Intuiting). Kayu (Intuiting) mendukung Api (Feeling). Api (Feeling) kembali mendukung Tanah (Sensing). Itu kalau mendukung (posisi di depan kita). Nah, kalau menaklukkan, polanya melompat satu langkah: Logam (Thinking) menaklukkan Kayu (Intuiting)—seperti gergaji memotong pohon. Kayu (Intuiting) menaklukkan Tanah (Sensing)—seperti akar menembus tanah. Tanah (Sensing) menaklukkan Air (Insting)—seperti tanah menyerap air. Air (Insting) menaklukkan Api (Feeling)—seperti air memadamkan api. Api (Feeling) menaklukkan Logam (Thinking)—seperti api melelehkan besi. Jadi, kalau Anda bertemu orang yang […]

Yuk Daftar Promotor STIFIn Brain Untuk Baca Artikel Ini. Silahkan Log In Jika Sudah Pernah Daftar
Ferri Azwar
Ferri Azwar
Articles: 137