Rumahku Syurgaku

Banyak variabel yang bisa menjadi indikator kebahagiaan hidup di dalam rumah tangga, diantaranya uang yang banyak, pekerjaan yang bagus, anak yang sholeh/ah, rumah yang besar, dan lain sebagainya. Membuat pasutri seperti kesulitan untuk menggapai banyaknya indikator tersebut. Kalau lah boleh saya berpendapat, sebenarnya sederhana sekali indikator dari kebahagiaan di dalam rumah tangga, yaitu Rumahku Syurgaku.

Semua pasutri pasti ingin mengejar dan merindukan syurga di akhirat. Berharap cinta mereka kekal sampai akhirat, berjumpa kembali di syurga. Tapi mereka lupa mengejar syurganya di dunia. Mungkin karena disibukkan mengejar pernak pernik kehidupan dunia, Sehingga lupa akan apa yang penting bagi mereka, bahwa syurga itu bisa di ciptakan dan di nikmati dirumah.

Jika di dalam rumah tangga, belum tercipta rumahku syurgaku. Maka, tentu menjadi indikator beratlah meraih syurga akhirat. Sederhana sebenarnya indikator menciptakan syurga dunia. Jika kita merujuk pada janji kenikmatan syurga. Ada 2 kenikmatan di syurga yang di janjikan Allah yaitu : Nikmatnya Makan dan Nikmatnya Bercinta (Quran Surah 52 Ayat 17-20)

1. Nikmatnya Makan

Seenak enaknya makanan di rumah makan/restoran akan bosan dan selalu bingung mau makan apa, mau makan dimana, mau makan pake lauk apa.

Tapi jika makanan buatan istri, atau buatan ibu kita, kita gak pernah bosan, gak pernah mengeluh, selalu nikmat di makan. Inilah syurga yang telah di letakkan Allah pada seorang wanita berstatus Istri. Yang kita sebut ada ke BERKAHan dari makanan yang dibuat Istri, walaupun terkadang hanya telor ceplok, sama kecap manis yang disajikan dengan nasi hangat, tetap dirasa nikmat. Kalau sudah begini, selamat ada syurga yang bisa dinikmati di rumah. Setengah dari Nikmatnya syurga sudah anda raih dirumah jika apapun yang dimakan terasa nikmat.

Tapi syetan tak suka anda mendapatkan setengah kenikmatan syurga ini dengan membuat anda malas untuk masak dengan berbagai macam alasan. Padahal dari makananlah datangnya berkah yang paling mudah. Dari Mulut Jatuh ke Hati, sehingga hati bisa terikat kuat pada sang istri. Tapi sulit dilakukan sebagian kaum Hawa yang berstatus istri, termasuk istri saya. Hehehe.

Baca Juga :

2. Nikmatnya Bercinta

Menurut penelitian, ketika ditanya kepada para suami berapa kali ingin bercinta, jawabnya 6x dalam seminggu. Dan ketika ditanyakan pada istri, jawabnya 2x dalam seminggu. Jika merujuk dari penelitian ini, maka kalau boleh di katakan minimal pasutri mendapatkan nikmatnya bercinta 2x dalam seminggu karena inilah yang sedang kami galakkan dalam hubungan kami.

Nikmatnya bercinta indikator sederhananya dalam STIFIn Couple dikatakan kedua pasangan mendapatkan Listrik Cinta / Orgasme dalam setiap hubungan intimnya. Jika kita sudah mendapatkan hal ini, maka inilah yang menjadi setengah dari syurga dunia sebelum syurga akhirat.

Selain dua kenikmatan tersebut, di syurga juga dijanjikan sebagai tempat yang nyaman, membuat penghuninya betah, dengan berbagai fasilitas yang ada. Jika keluarga gak betah berada dirumah, maka nikmat syurga dirumah berarti telah hilang, rumahku syurgaku hanya sebatas impian.

Menciptakan syurga dirumah akan menjadi lebih mudah ketika seorang istri berprofesi sebagai Suri Rumah (Permaisuri Rumah) yang mengejar RATING, bukan Tarif, Gaji, Laba dan Prestasi. Indikator RATING yang Hebat adalah Service Excellent dari seorang Suri Rumah.  Anda bisa baca selengkapnya di Profesi Suri Rumah

Kalau mau mudahnya, 2 hal yang harus di fokuskan untuk bisa dapatkan Rumahku Syurgaku yaitu mampu merasakan nikmatnya makan dan nikmatnya bercinta bersama pasangan, maka kenikmatan syurga akhirat berarti sudah bisa dirasakan di dunia.

Categories

tes-stifin