Ferri Azwar Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Pandemi Penyakit Sosial Perceraian

2 min read

pandemi penyakit sosial perceraian dalam rumah tangga

Pandemi Penyakit Sosial Perceraian

Dua Minggu Ini Sudah 15 Cerita Saya Dengar Pasangan Dengan Mudahnya Mengatakan “Aku Pisahpun Dengannya Gak Masalah, Bisa Kok Aku Mandiri Tanpa Dia”. Ucapan Inilah Bukti Keberhasilan Bisikan Setan.

Mirip Seperti Ucapan Iblis “Tanpa Adam Pun Aku Hebat, Mengapa Aku Harus Sujud Padanya”. Mirip Dengan Ucapan “Tanpa Suamipun Aku Bisa Mandiri, Mengapa Aku Harus Patuh & Hidup Berdua Dengannya”. Padahal Perintah Allah Menikahlah Kalian Sebagai Penyempurna Agama.

Prestasi Setan Tertinggi Bukan Memurtadkan Orang, Tapi Puncak Keberhasilan Setan Tertinggi Adalah Membuat Cerai Pasangan. Kesulitan Ekonomi Karena Pandemi Menjadi “Jalan Tolnya” Setan Untuk Membisikkan Kata Kata Pisah.

Baca : 4 sedekah terbaik saat ekonomi keluarga terpuruk

Ciri Ciri Hubungan Yang Mulai Renggang

Penyakit sosial perceraian ini bsia menular seiring dengan pandemi Covid-19. Maka, Ingat Kembali Tujuan Anda Nikah Salah Satunya Menyempurnakan Agama. Kalau Pisah, Apakah Masih Sempurna Agama Itu, Ketika Alasannya Tidak Sesuai Syariat Agama.

manfaat tes stifin untuk hubungan suami istri

Bisikan Setan Itu Pintu Masuknya Kebanyakan Adalah Dari Kurangnya Intensitas Hubungan Kasur. Ini Pintu Masuk Tol Yang Paling Di Cari Setan. Ciri Ciri Pintu Masuknya Adalah :

1. Capek Ma (Kata Suami) atau Capek Mas (Kata Istri) Saat Di Ajak Pasangan Untuk Bercinta. Padahal Nabi Kita Mengatakan “Diatas Untapun Kita, Kalau Pasangan Minta Jatah, Segeralah Eksekusi. Sebegitu Penting Dan Daruratnya Masalah Ini. Karena Ini Bisa Membuka Pintu Masuknya Setan Kerumah Tangga Kita. Saat Kebutuhan Birahi Tidak Terpenuhi.

2. Pulang Kerja, Mandi, Langsung Tidur, Pasangan Mau Minta Jatah Gak Enakan. Apalagi Yang Tidur Itu Istrinya Yang Nyari Duit, Suami Makin Gak Enakan Tuk Banguninnya, Takut Dibilang Suami Gak Tau Diri, Udah Gak Nyari, Mau Di Layani & Banyak Tingkah Pulak.

Mulailah Suami/Istri Tadi Galau Malam Malam Harinya. Mulai Scrolling Teman Teman Cewek/Cowoknya Di Facebook. Tampak Mantan Sedang Buat Status Baru. Mulai Like, Lama Lama Komen Komenan. Lalu Inbox Facebook. Minta No WA.. Dan Seterusnya..Tahulah Anda Itu Endingnya.

3. Dipeluk Pasangan Udah Gak Ada Lagi Degupan Jantung Birahi, Sebagaimana Dulu Di Awal Nikah. Gak Tegang Lagi Si “Burung” Itu. Jadi Berbahagialah Para Istri Kalau Suami Masih Tegang Saat Melihat “Kepolosan Body” Anda Di Kamar. Dan Bertanyalah Wahai Istri Mengapa Anda Tidak Merasakan “Ketegangan” Yang Sama. Minimal Puting Susu Sedikit Mengeras. Jangan Jangan Pandangan Anda Sudah Ditutupi Setan Pada Pasangan Resmi Dan Dibukakannya Keindahan Pandangan Anda Pada Lawan Jenis Yang Tidak Halal.

Masuknya Setan Dalam Hubungan Pasutri

Cobalah Berfokus Benahi Itu Dulu, Sebelum Sibuk Membenahi Pekerjaan, Bisnis Dan Lainnya. Paksa Agar Itu Terpenuhi, Walaupun Kesannya Tanpa Ada Rasa Atau Mati Rasa (ilfeel). Ilfeel menjadi awal mula terserangnya penyakit sosial perceraian dalam rumah tangga.

Kalau Sudah Mulai Mati Rasa, Itu Tanda Setan Udah Masuk Dan Duduk Tenang Di “Ruang Tamu” Rumah Anda. Dia Menjadi Semakin Mudah Mengobok Obok Rumah Tangga Kita.

Karena Sudah Di Ruang Tamu Anda. Setan Bisa Mulai Dari Membuat Anak Anak Menjadi Nakal. Membuat Anak Saling Ribut, Berkelahi. Suasana Rumah Mulai Panas. Istri Mulai Naik Tensi, Suamipun Ikutan Panas. Membuat Rumah Menjadi Panas. Lalu Yang Di Salahkan AC Yang Gak Dingin. Padahal Hati Itu Yang Mendidih.

Baca : 3 indikator kebahagiaan di rumah tangga

Lalu Aksi Setan Masuk Ke Tahap 2

Setan Mulai Meninggikan Scarcity Mentality Yaitu Mental Serba Takut Kekurangan, Mental Merasa Kekurangan Perhatian, Kekurangan Sanjungan, Kekurangan Pujian Dan Pengakuan, Kekurangan Apresiasi, Kekurangan Materi, Sehingga Takut Memberi, Hitung Hitungan Sama Pasangan Sendiri. Mulai Pamrih.

Lalu Mulai Demanding (Menuntut) Pasangan.

Aku Kan Dah Capek Kerja, Harusnya Dia Ngerti Donk. Aku Kan Kerja, Kamu Dirumah,. Harusnya Kamu Donk Yang Atur Anak Anak. Kamu Tuh Tidak Mau Memperhatikan Aku. Gak Pernah Memuji Aku.

Penyakit Sosial Perceraian Terjadi Karena ?

Penyakit sosial perceraian sering kali terjangkit pada mereka yang tidak membiasakan diri dengan Mental Keberlimpahan (Abundance Mentality)

Mental Keberlimpahan Yaitu Mental Selalu Merasa Tidak Kekurangan, Sehingga Mampu Memberi Pujian Di Awal, Memberi Sanjungan Di Depan, Memberi Apresiasi Dan Pengakuan. Memberikan Harta. Memberikan Pengorbanan Demi Pasangan.

Kalau Sudah Merasa EGO Di Kedepankan. Kesombongan Di Kedepankan. Tinggal Menunggu “Si Ego Matang” Dan Dipanen Menjadi Ledakan Amarah Perkataan Pisah.

Lakukan Hubungan Intim

Belajarlah Dari Sejarah Kuno Iblis. Yang Allah Pisahkan Kenikmatan Syurga Darinya Karena Kesombongannya.
Sedikit Bersabarlah Kawan.

Mulailah Inisiatif Menjadi Orang Pertama Yang Memberikan Mental Keberlimpahan Pada Pasangan.

Dalam Sholat Allah Perintahkan Kita Merapatkan Syaf. Ketika Syaf Itu Renggang Menjadi Celah Masuknya Setan.
Dalam Hubungan Suami Istri Lakukanlah Minimal 2x Seminggu Hubungan Intim. Agar Hubungan Tak Menjadi Renggang.

Pelakor & Pebinor

Renggangnya Hubungan Menjadi Celah Masuknya Setan Dalam Wujud Sebenarnya Dan Setan Dengan “Brand Pelakor & Pebinor” semakin mudah masuk.

Perceraian & Perselingkuhan Sudah Menjadi Pandemi Penyakit Sosial Masyarakat. Banyak Orang Orang Di Sekitar Kita Yang Tampak Luarnya Baik Baik Saja Tapi Hubungan Dalam Rumah Tangganya Renggang.

Penyakit sosial perceraian menjadi pandemi dengan adanya pandemi Covid-19. Marilah kita menjadi bagian dari orang yang mampu mencegah penyakit sosial perceraian ini. Agar tidak berdampak pada rusaknya tatanan sosial di masyarakat.

Ferri Azwar Solver Ferri Azwar - Owner STIFIn Brain, Pemilik Cabang STIFIn Kota Binjai. Trainer dan Solver STIFIn. Pengusaha Donita Food. Produsen & Distributor Makanan Olahan Beku. Tinggal di Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari STIFIn Brain, mohon masukkan tautan ke artikel asli.