Jika ingin menulis buku dengan metode STIFIn, apakah perlu meminta izin dulu ke ayah Farid Poniman selaku Penemu Konsep STIFIn atau cukup hanya mencantumkan nama STIFIn ?

Aturan umum dalam dunia perbukuan

1. Judul Buku adalah bagian dari merek atau brand, sehingga wajib mendapatkan izin dari pemilik merek tersebut.

Untuk kasus STIFIn, penyebutan nama STIFIn sebagai merek, berarti juga wajib mendapat izin. Beda halnya, kalau STIFIn sebatas dijadikan sebagai sumber rujukan ilmu. Itu bebas digunakan siapa saja. Jika sebagai sumber ilmu maka judul bukunya disebut ‘Berbasis STIFIn’

2. Setiap pemuatan teori, rumus, skema, atau tabel wajib menyebut siapa penciptanya. Tidak cukup hanya di kata pengantar ataupun daftar pustaka. Ini aturan umum yang berlaku dalam penulisan buku.

Pada semua teori, rumus, skema, atau tabel yang bersumber dari saya (Farid Poniman), maka wajib mencantumkan nama saya dan tahun dimana saya pertama kali merilis teori, rumus, skema, atau tabel tersebut. Meski kami masih dalam proses mendaftarkan hak ciptanya, sudah cukup dengan buku-buku atau workbook yang kami terbitkan menjadi pegangan bahwa secara intelektual itu ciptaan saya.

Tanya Jawab Lainnya :

Mencantumkan teori, rumus, skema, atau tabel dalam buku anda, tanpa mencantumkan nama saya adalah tindakan plagiat.

Begitulah aturan main dalam menulis buku yang berlaku secara umum.

Pada dasarnya saya sangat menganjurkan kepada teman-teman untuk menulis sebanyak mungkin tentang STIFIn.

Salam hangat dari orang Feeling


Update Terbaru Pernyataan Ayah Farid Poniman Tentang Izin Penulisan Buku dari Group Telegram WSL2.

Setiap ada pegiat STIFIn yang bilang kepada ayah minta ijin untuk menulis buku tentang STIFIn, sudah pasti jawaban ayah “silahkan dengan senang hati”. Karena itu akan memperkaya khasanah per-STIFIn-an. Tapi bukan berarti ayah sudah baca bukunya. Apalagi men-tahkiq-nya atau men-tashih-nya.

Izin Menulis Buku STIFIn

Sumber ; Jawaban Ayah Farid Poniman di Group Telegram Alumni WSL2

Categories

tes-stifin