Apakah Itu Pseudoscience ? Kemiri Melembutkan Daging

kemiri-melembutkan-daging.jpg

Yuk kita intip Pseudoscience, Apakah Itu Menurut Wikipedia ?

Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah.

Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tetapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum.

Jadi Kata Kuncinya :
Pseudosains : sebuah teori yang diklaim ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. Berarti kalau sudah mengikuti Metode Ilmiah. Maka Klaim tadi Menjadi Ilmiah. Tidak lagi menjadi Ilmu Semu.

Yuk Kita Bahas Di Dapur.
Bagaimana Proses Sebuah Teori Itu Menjadi Ilmu.

Habis dapat daging kurban, emak Donita mencoba memasukkan beberapa kemiri ke dalam rebusan daging kurban (entah ilham dari mana dia dapatkan), tujuannya untuk melembutkan daging agar lembut saat di makan. Seperti lembutnya Donat Donita.

Apa yang dilakukan emak Donita ini ternyata berhasil membuat daging menjadi lembut ketika dimakan. Maka ceritalah si emak ini ke tetangganya, namanya Ibu Maya. Keluarlah klaim, teori dari Mulut Mamak #Donita : Kemiri bisa melunakkan daging agar tidak alot dimakan. Jadi kalau bu maya mau masak daging kurban, rebus pakai kemiri dulu dagingnya.

Bu Maya pun mencobanya, dan berhasil. Bu Maya menceritakan kepada tetangganya lagi. Teori tadipun berkembang dikompleknya Bu Maya dan Bu Donita. Akhirnya berkembang juga via WLW (WA Lewat WA). Sehingga teori tadi menjadi sangat RELIABLE karena siapapun yang mencobanya hasilnya sama. Daging menjadi lembut. Itu disebut Reliable. Ketika sebuah teori terbukti konsisten di lapangan.

Suatu ketika datang Mahasiswi Cantik sebut aja namanya Yani yang sedang kuliah S2 ke komplek itu, dan bertemu Bu Maya karena mendengar sebuah teori yang dipercaya oleh emak emak dikomplek

Bu Maya berkata kepada Yani : Dek kalau kau nanti nikah, mau masak daging buat lakikmu, campurkan beberapa kemiri kedalam rebusan dagingnya. Kemiri bisa melembutkan daging agar tidak alot dimakan.

Mendengar teori itu, Yani dengan kepintarannya langsung menjawab : pseudoscience itu bu.

Pseudosains apakah itu ? tanya si emak dengan wajah bingung yang masih dasteran ?

Klaim yang ibu katakan itu kalau belum terbukti secara ilmiah, belum melewati metode ilmiah. Belum ada yang meniliti dari 50 orang emak emak dikomplek berapa yang berhasil melembutkan daging dengan kemiri. Research tentang kemirinya juga belum ada, apa yang membuat kemiri bisa melembutkan daging. Jadi ibu jangan mudah percaya bu, teori semu itu, tidak ilmiah.

Nah, looh. si ibu dasteran bingung dan manyun.

Eh. Gue udah nyobain dan semua emak emak komplek udah nyobain, dan berhasil, loh bilang apa itu tadi.. sudo sado sedeng apalah itu. Kelewat pintar siih loh. Kata si emak maya.

Ternyata si Mahasiswi Cantik S2 ini tidak sendirian, disampingnya ada temannya juga Mahasiswi Cantik Plus Smart, sebut aja namanya Renny, sedang kuliah S1. Mendengar temannya berdebat dengan emak Maya. Ia pun mendapat inspirasi judul skripsi kuliahnya. Pengaruh Dan Dampak Kemiri Terhadap Struktur Bentuk Dan Kelembutan Daging Kurban.

Setelah 4 tahun kuliah. Pendek kata di lakukanlah penelitian oleh Renny, dengan mengambil sample emak emak komplek. Dan dibuktikan ternyata dari 50 emak emak ada 90% yang berhasil melembutkan daging dengan kemiri. 10% lagi belum berhasil.

Dalam riset ilmu sosial, hasil riset dengan persentasi 55% sampai 60% itu udah sangat bagus. Apa lagi kalau 90%. Wah senang banget si Renny. Karena dia telah berhasil membuktikan sebuah Teori yang tadinya pseudosains menjadi Sains, menjadi Ilmu Ilmiah tidak lagi Ilmu Semu. Maka, diapun mempertanggung jawabkan skripsinya, risetnya di depan para Profesornya, dan mempublish Riset Ilmiahnya di Online.

Suatu ketika, datanglah Yani Mahasiswi Cantik yang belum Smart ke komplek emak emak Donita. Menjumpai emak Donita yang sedang merebus Daging. Yani lalu ngomong ke emak Donita. Bu campurkan kemiri biar dagingnya lembut, begitu kata teman saya berdasarkan hasil risetnya.

Oalah..ndook. Emak emak dikomplek ini, itu taunya ya dari saya. Saya yang coba duluan dan berhasil. Lo kemana aja. Udah 5 tahun yang lalu emak pakai kemiri. Kok baru sadar sekarang. Kok baru mengakuinya sekarang. Dalam hati si Mahasiswi.. Coba ya . kalau aku percaya sejak dulu, tanpa menuggu riset ilmiah dari Mahasiswi S1 yang Cantik dan Smart itu.

Pseudoscience, Apakah Itu ? Mudah mudahan. Emak emak sampai sini udah paham tentang bedanya pseudosains dan sains murni.

Sehingga dari cerita diatas.
Dalam kehidupan kita ini akan tetap ada 3 golongan.

Golongan pertama, yang menerima teori masih berupa hipotesa, dan membuktikannya, ternyata reliable dalam kehidupannya. Maka ia meyakininya menjadi ilmu baru. Dan mengaplikasikan dalam kehidupannya.

Golongan kedua. yang menunggu sampai ada pengumuman nasional, sampai diterbitkan dalam jurnal2 ilmiah, sampai ada risetnya : bahwa Kemiri Bisa Melembutkan Daging, barulah dia mengaplikasikan dalam kehidupannya.

Golongan ketiga, mereka yang nyinyirin orang orang yang berada di golongan satu dan dua. Emak emak cerdas pastinya tidak masuk ke dalam golongan ke tiga.

Nah, Apakah STIFIn Itu Pseudoscience ?
Kita Bahas Sesi Berikutnya

By Solver Ferri Azwar
Founder STIFIn BRAIN

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top
×

Assalammualaikum.

Silahkan Chat Kami Via WhatsApp

×