fbpx

Telah diterbitkan jurnal ilmiah STIFIn dengan judul Kajian Aksiologi Metode STIFIn dalam Pemetaan Mesin Kecerdasan Manusia. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Vol. 10 No. 2, Halaman: 64–73, Juli 2018 | doi: 10.30599/jti.v10i2.206.  Oleh : Afridha Laily Alindra, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. E-mail: lailyalindra@gmail.com.

Aksiologi Metode STIFIn

Metode STIFIn ini merupakan penerapan dari konsep STIFIn yang mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu sumberdaya manusia. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung (Poniman, 2012). Cara mengetahui mesin kecerdasan ini dengan STIFIn Fingerprint, sebuah tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan seseorang. Tes ini juga disebut tes otak karena salah satu komponen terpenting yang dianugerahkan terhadap manusia adalah otak. Ibarat sebuah mesin, otak adalah sebuah mesin yang sangat mengagumkan dan tiada tandingannya (Ramly, 2010). Para ilmuwan menganalisis dan mempelajari otak dengan kemampuan otak mereka. Sehingga muncullah rumusan pembagian otak manusia berdasarkan dominasi kecerdasan. Kecerdasan yang paling dikenal adalah Intelligence Quotient (IQ), yang hampir seratus tahun lalu diperkenalkan oleh William Stern  telah menyita perhatian yang tidak kecil (Pasiak, 2008).

Meskipun demikian, kecerdasan dalam STIFIn ini bukanlah mengenai IQ. STIFIn adalah uraian dari sensing (disingkat S), thinking (disingkat T), intuiting (disingkat I), feeling (disingkat F), insting (disingkat In). Menurut konsep STIFIn, bukan belahan otak yang memiliki kapasitas paling besar yang dianggap dominan, melainkan yang kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia (Poniman, 2012). Dalam pemanfaatannya metode STIFIn saat ini telah banyak digunakan di berbagai bidang guna pemetaan mesin kecerdasan manusia, terutama di bidang pendidikan. Namun demikian penggunaan metode STIFIn dalam berbagai bidang ternyata masih menimbulkan kontroversi. Banyak ahli yang masih mempertanyakan keabsahan metode yang digunakan, dan meminta perbandingan dengan jenis tes kecerdasan lainnya yang telah teruji lebih dahulu, serta berbagai pertanyaan terkait dengan teknis yang masih banyak dilontarkan.

Berkaitan dengan isu yang disampaikan pada paragraf sebelumnya, maka penulis akan mengkaji perihal aksiologi metode STIFIn dalam pemetaan mesin kecerdasan manusia yang sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk berbagai tujuan. Kajian ini diharapkan memberikan pandangan tentang kepantasan pemanfaatan metode STIFIn dalam pemetaan mesin kecerdasan dan seberapa besar potensi atau manfaat yang diperoleh dari metode STIFIn tersebut.

Metode

Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, dan artikel ilmiah dilakukan untuk memperkaya kajian tentang metode STIFIn. Data sekunder dari berbagai hasil penelitian atau percobaan merupakan jenis data yang kemudian disintesis hingga menjadi kesatuan dalam memberikan informasi

Baca juga : Jurnal Ilmiah Pengaruh Tentang Parenting Style dan Personality Genetik

https://stifinbrain.com
Do you like STIFIn Brain's articles? Follow on social!
Klik Untuk Daftar
Comments to: Aksiologi metode STIFIn dalam pemetaan Mesin Kecerdasan
error: Sukses Mulia, Di Mulai Dari Menghargai Karya. No Copas, But Share.

Login

Hai.. STIFIners
Mau Tahu Tentang STIFIn ? Punya Pengalaman Dengan Konsep STIFIn ? Ingin Berbagi Cerita Tentang STIFIn ? Semuanya Bisa Di Sini
Menjadi Pembaca & Penulis
Daftar, Posting & Bagikan Ceritamu Kepada Dunia Tentang STIFIn
Buruan Daftar